Prosesor Loongson 3B6000 buatan China yang baru, dengan 12 core, berkinerja sekitar tiga kali lebih lambat daripada Ryzen 5 9600X enam core milik AMD dalam benchmark Linux. Kecepatan clock rendah chip disebut sebagai batasan utama. Hal ini menyoroti kesenjangan kinerja yang berkelanjutan antara CPU x86 konsumen unggulan China dan yang dari Intel serta AMD.
Loongson 3B6000, chip 12-core yang dikembangkan di China, telah diuji dalam benchmark Linux, mengungkap kekurangan kinerja yang signifikan dibandingkan pesaing mapan. Menurut pengujian terbaru, ia beroperasi kira-kira tiga kali lebih lambat daripada AMD Ryzen 5 9600X yang hanya memiliki enam core. Perbedaan ini sebagian besar disebabkan oleh kecepatan clock terbatas prosesor Loongson, yang menghambat efisiensi keseluruhannya. Upaya China untuk memproduksi CPU kompatibel x86 domestik, seperti seri Loongson, bertujuan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing di tengah ketegangan geopolitik. Namun, benchmark tersebut menegaskan bahwa opsi kelas konsumen terdepan negara tersebut masih jauh tertinggal dari pemimpin industri seperti Intel dan AMD dalam kinerja mentah. 3B6000 merupakan salah satu upaya paling maju di bidang ini, namun masih kesulitan menyaingi bahkan alternatif kelas menengah dari produsen Barat. Hasil ini, yang diterbitkan pada 3 Februari 2026 oleh Tom's Hardware, menekankan tantangan teknis dalam menutup kesenjangan tersebut. Meskipun chip Loongson menawarkan manfaat potensial dalam kedaulatan dan kustomisasi, batasan kecepatan saat ini dapat membatasi adopsinya di aplikasi yang menuntut.