Manchester United mengatasi defisit babak pertama untuk mengalahkan Crystal Palace 2-1 di Selhurst Park di Premier League. Jean-Philippe Mateta memberi keunggulan tuan rumah dari penalti yang diulang, tetapi gol dari Joshua Zirkzee dan Mason Mount membalikkan keadaan di babak kedua. Kemenangan itu membawa United ke posisi Eropa.
Crystal Palace memulai dengan kuat di Selhurst Park, mendominasi penguasaan bola awal dan menciptakan peluang melalui Adam Wharton dan Daichi Kamada di lini tengah. Jean-Philippe Mateta menjadi ancaman konstan, hampir mencetak gol dua kali sebelum memenangkan penalti pada menit ke-32 setelah pelanggaran dari Leny Yoro. Tendangan penalti awal Mateta diselamatkan karena sentuhan ganda, tapi ia mengonversi ulangan rendah ke sudut, memberi Palace keunggulan 1-0 yang layak di babak pertama.
Manchester United kesulitan di babak pertama, dengan Casemiro sebagai jalan keluar utama dan Joshua Zirkzee sepi di depan. Namun, babak kedua menunjukkan peningkatan intensitas yang signifikan, seperti dicatat pelatih Ruben Amorim usai laga.
United menyamakan skor di menit ke-54 ketika Bruno Fernandes mengirim tendangan bebas dari sisi kiri. Zirkzee mengontrol bola dengan dada di ruang sempit dan melepaskan tembakan rendah melewati Dean Henderson dari sudut sempit, mengakhiri paceklik golnya. Pelatih Palace Oliver Glasner merespons dengan menarik Wharton dan Kamada, tapi United memanfaatkannya lagi di menit ke-63. Fernandes kembali mengirim assist, menggeser bola ke Mason Mount, yang menendang rendah melintasi kiper untuk gol liga keduanya musim ini.
Di menit-menit akhir, Palace menekan dengan umpan silang dari Daniel Muñoz (disebut Pino di beberapa laporan) dan upaya dari pengganti Eddie Nketiah, tapi United mengelola pertandingan secara efektif untuk mengamankan poin.
Amorim memuji respons timnya: "Saya pikir kami punya intensitas lebih di babak kedua. Kami bermain lebih baik dan lawan lebih lelah, semuanya saling terkait. Hal-hal kecil, cara Josh [Zirkzee] mengontrol bola berbeda... Sangat penting bagi penyerang untuk mencetak gol." Kemenangan itu menonjolkan keunggulan United dalam situasi bola mati dan membawa mereka ke perebutan Eropa.