Maria Ressa to headline 2026 Doomsday Clock announcement

Nobel Peace Prize laureate and Rappler CEO Maria Ressa will speak at the Bulletin of the Atomic Scientists' announcement of the 2026 Doomsday Clock on January 27. The clock symbolizes how close humanity is to catastrophe from risks like nuclear threats, climate change, and disruptive technologies. In 2025, it was set at 89 seconds to midnight.

Rappler has announced that Maria Ressa, Nobel Peace Prize laureate and Rappler CEO, will be a speaker at the Bulletin of the Atomic Scientists' reveal of the 2026 Doomsday Clock. The event is scheduled for January 27 and can be watched at 11 pm Manila time.

Introduced in 1947, the Doomsday Clock serves as a metaphorical timepiece warning of the world's proximity to catastrophe. The closer its hands approach midnight, the nearer 'doomsday' becomes. Event organizers stated in an Instagram post that the clock shows 'how close humanity is to destroying itself.'

In 2025, the clock was adjusted to 89 seconds before midnight, reflecting ongoing wars in Ukraine and the Middle East, as well as extreme global climate and health conditions. Ressa will join Bulletin-member professors and scholars in science and public affairs to discuss the factors influencing this year's clock setting.

This announcement underscores global risks from nuclear threats, climate change, and disruptive technologies. It serves as a reminder of the urgent need for action to prevent humanity from edging closer to doomsday.

Artikel Terkait

Police Chief General Listyo Sigit Prabowo virtually monitors safe New Year's Eve 2026 celebrations from Polda Metro Jaya command center, with screens showing fireworks-free events in solidarity with disaster victims.
Gambar dihasilkan oleh AI

Kapolri pantau pengamanan malam tahun baru 2026 secara virtual

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau pengamanan pergantian tahun baru 2026 secara virtual dari Polda Metro Jaya untuk memastikan pelayanan optimal bagi masyarakat. Mayoritas daerah mematuhi imbauan tidak menggunakan kembang api sebagai bentuk solidaritas terhadap korban bencana di Sumatra. Situasi keamanan dilaporkan aman tanpa kejadian menonjol.

Jam Kiamat telah disesuaikan ke posisi terdekat sepanjang sejarah menuju tengah malam, menandakan risiko global yang meningkat. Bulletin of the Atomic Scientists mengumumkan pembaruan ini, menekankan ancaman dari senjata nuklir, kecerdasan buatan, keamanan hayati, dan perubahan iklim. Para ahli mendesak tindakan segera dari pemimpin dunia untuk mengurangi bahaya ini.

Dilaporkan oleh AI

In his Rappler column, Joselito D. De Los Reyes shares a personal narrative on 2025 events, from elections to corruption, while warning against forgetting lessons from 2016 to 2022.

TechRadar mempublikasikan ringkasan cerita teknologi besar minggu itu pada 10 Januari 2026. Artikel tersebut menyoroti tujuh perkembangan kunci, mulai dari CES 2026 hingga pembaruan aplikasi medis ChatGPT.

Dilaporkan oleh AI

At the close of 2025, marked by about 50 armed conflicts and polarization, Luis Castro Obregón suggests ten citizen purposes to resist barbarism. Eugenio Gómez Alatorre warns that artificial intelligence puts 24% of global jobs at risk, but urges adaptation by learning to work with it.

Laporan baru dari para ilmuwan iklim dan pakar keuangan memperingatkan bahwa dunia telah meremehkan laju pemanasan global, yang berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi triliunan pada 2050. Pemerintah dan bisnis didesak mempersiapkan skenario kasus terburuk di tengah percepatan kenaikan suhu. Data terbaru menunjukkan 2025 sebagai tahun ketiga terpanas yang tercatat, mendekati pelanggaran ambang 1,5°C Perjanjian Paris lebih cepat dari perkiraan.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti telah mengembangkan metrik yang menunjukkan bahwa jumlah satelit yang semakin banyak di orbit Bumi dapat menyebabkan tabrakan dalam waktu hanya 2,8 hari jika semuanya kehilangan kemampuan untuk bermanuver. Ini menyoroti kemacetan ruang angkasa yang semakin parah, yang sebagian besar didorong oleh konstelasi seperti Starlink milik SpaceX. Temuan ini menggarisbawahi kerentanan terhadap peristiwa seperti badai matahari.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak