Para peneliti telah mengembangkan metrik yang menunjukkan bahwa jumlah satelit yang semakin banyak di orbit Bumi dapat menyebabkan tabrakan dalam waktu hanya 2,8 hari jika semuanya kehilangan kemampuan untuk bermanuver. Ini menyoroti kemacetan ruang angkasa yang semakin parah, yang sebagian besar didorong oleh konstelasi seperti Starlink milik SpaceX. Temuan ini menggarisbawahi kerentanan terhadap peristiwa seperti badai matahari.
Proliferasi cepat satelit telah mengubah orbit Bumi menjadi lingkungan yang ramai, menimbulkan kekhawatiran tentang bencana potensial. Dalam tujuh tahun terakhir, jumlah satelit melonjak dari sekitar 4.000 menjadi hampir 14.000, dengan konstelasi Starlink milik SpaceX yang menyumbang lebih dari 9.000 di orbit Bumi rendah pada ketinggian antara 340 dan 550 kilometer.
Untuk mengatasi hal ini, Sarah Thiele dari Universitas Princeton dan rekan-rekannya menciptakan Collision Realization And Significant Harm (CRASH) Clock, alat yang mengukur risiko tabrakan menggunakan data posisi publik. Analisis mereka mengungkapkan bahwa jika semua satelit tiba-tiba tidak mampu melakukan manuver penghindaran—mungkin karena pemadaman besar—tabrakan akan terjadi dalam waktu 2,8 hari saja. Sebagai perbandingan, pada 2018 sebelum peluncuran Starlink, waktu tersebut adalah 121 hari.
“Kami terkejut itu begitu singkat,” kata Thiele. Operasi SpaceX mengilustrasikan skala: antara 1 Desember 2024 dan 31 Mei 2025, perusahaan itu melakukan 144.404 manuver penghindaran tabrakan, rata-rata satu setiap 1,8 menit.
Secara historis, hanya satu tabrakan satelit yang pernah terjadi, pada 2009 ketika satelit Iridium Communications menabrak pesawat Kosmos Rusia yang sudah tidak berfungsi, menghasilkan ratusan potongan puing yang masih mengorbit. Badai matahari merupakan ancaman utama; peristiwa Mei 2024 menyebabkan satelit Starlink bergoyang, dan badai berskala Peristiwa Carrington tahun 1859 bisa mengganggu banyak satelit, meskipun para ahli seperti Wineed Vattapally dari SES Satellites meragukan itu akan menonaktifkan semuanya secara bersamaan. “Sangat tidak mungkin menjatuhkan semuanya sekaligus,” katanya.
Hugh Lewis dari Universitas Birmingham menyoroti nilai CRASH Clock dalam menyoroti keramaian orbit. “Apakah kita bisa terus menambahkan ke rumah kartu itu?” tanyanya. Dengan rencana puluhan ribu satelit lagi dari SpaceX, Amazon, dan perusahaan China, risiko akan meningkat.