Seorang hakim federal AS memutuskan mendukung Meta dalam sidang monopoli antimonopoli pada 18 November 2025. Keputusan tersebut mendukung argumen Meta bahwa jejaring sosial secara efektif sudah mati, karena orang-orang bosan dengan konten teman mereka.
Dalam kemenangan signifikan bagi Meta, seorang hakim menolak klaim monopoli terhadap perusahaan tersebut, yakin dengan argumen bahwa era jejaring sosial telah berakhir. Putusan tersebut menyoroti kelelahan pengguna, menyatakan bahwa orang-orang 'bosan' dengan konten yang dibagikan teman di platform seperti Facebook dan Instagram.
Hasil ini berasal dari kasus antimonopoli profil tinggi di mana regulator menuduh Meta melakukan praktik monopolistik di media sosial. Meta membela diri dengan menyatakan bahwa jejaring sosial tidak lagi mendominasi perhatian pengguna, dengan pergeseran fokus ke pengalaman digital lainnya. Keputusan hakim sejalan dengan perspektif Meta, yang berpotensi memengaruhi tindakan regulasi masa depan terhadap perusahaan teknologi besar.
Penyelesaian sidang ini menekankan pandangan yang berkembang tentang peran media sosial dalam kehidupan sehari-hari, dengan putusan yang diterbitkan pada 18 November 2025 oleh Ars Technica.