Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa peningkatan anggaran program perumahan tahun depan akan mendukung pembangunan rumah subsidi. Target pembangunan rumah subsidi naik dari 200.000 unit tahun ini menjadi 350.000 unit tahun depan.
Di Jakarta, pada Rabu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (dikenal sebagai Ara) menyatakan bahwa peningkatan anggaran program perumahan tahun depan akan menopang berbagai inisiatif strategis, termasuk pembangunan rumah subsidi. Anggaran ini naik 100 persen dibandingkan tahun ini, dengan target rumah subsidi meningkat dari 200.000 unit menjadi 350.000 unit.
Ara menekankan pentingnya tata kelola yang baik mengingat kenaikan signifikan ini. “Program renovasi rumah juga akan naik signifikan, dari 45.000 unit tahun ini menjadi 400.000 rumah pada tahun depan. Karena itu, tata kelola, transparansi, dan efektivitas penyerapan anggaran harus terus kita jaga,” ujarnya dalam keterangannya.
Selain itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan direncanakan mencapai Rp130 triliun pada 2025. Ara menambahkan bahwa kementerian akan terus berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan akuntabilitas. Hingga kini, progres penyerapan anggaran Kementerian PKP telah mencapai 74,56 persen, menunjukkan komitmen kuat terhadap program prioritas nasional penyediaan hunian layak.
Rumah subsidi direncanakan tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk mewujudkan keadilan sosial. Pemerintah mendorong pemanfaatan dana bantuan melalui Subsidi KPR Sejahtera FLPP, yang dikelola oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Inisiatif ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pembiayaan terjangkau.