Hanifa humanisa memberikan restu kepada putranya, jurnalis thoudy badai, untuk bergabung dalam misi kemanusiaan global sumud flotilla menuju gaza meski penuh risiko.
Pada dini hari 13 mei 2026, hanifa bertukar pesan whatsapp dengan thoudy dari bandung. Ia menanyakan keyakinan putranya yang bersiap berlayar dari marmaris, turki, bersama ratusan relawan internasional.
Thoudy menjawab dengan keyakinan 80 persen dan menyatakan akan mematuhi keputusan ibunya. Hanifa kemudian menyetujui setelah mendengar penjelasan risiko dan semangat anaknya.
Pada 18 mei 2026, kapal ozgurluk yang ditumpangi thoudy dibajak pasukan israel di perairan dekat siprus. Pemerintah indonesia melaporkan lima wni ditahan termasuk thoudy, sementara empat lainnya masih berlayar dalam kondisi rawan.