Mozilla luncurkan klien AI Thunderbolt untuk infrastruktur yang di-hosting sendiri

Mozilla telah memperkenalkan Thunderbolt, sebuah klien AI baru yang dirancang agar pengguna dan pelaku bisnis dapat menjalankan infrastruktur AI yang di-hosting sendiri tanpa bergantung pada layanan cloud. Perangkat ini dibangun di atas kerangka kerja open-source Haystack untuk menciptakan klien AI berdaulat yang kompatibel dengan berbagai API. Alat ini mengutamakan kontrol data, keamanan, dan dukungan lintas platform.

Mozilla mengumumkan Thunderbolt pada 16 April, memosisikannya sebagai klien front-end untuk pengaturan AI yang di-hosting sendiri. Berbeda dengan model AI mandiri, Thunderbolt berjalan di atas Haystack, sebuah kerangka kerja open-source untuk membangun alur kerja AI kustom. Mozilla menggambarkannya sebagai 'klien AI berdaulat' yang terhubung ke agen yang kompatibel dengan ACP atau API yang kompatibel dengan OpenAI, termasuk dari Claude, Codex, OpenClaw, DeepSeek, dan OpenCode, sebagaimana dilaporkan oleh Ars Technica. Alat ini terintegrasi dengan data perusahaan lokal melalui protokol terbuka dan menggunakan database SQLite offline sebagai titik referensi yang dapat diandalkan, guna menjawab kekhawatiran mengenai kebocoran data ke penyedia eksternal. Klien ini mencakup enkripsi end-to-end opsional dan kontrol akses tingkat perangkat untuk keamanan yang lebih ditingkatkan. Thunderbird mendukung fungsi-fungsi AI umum seperti obrolan, pencarian, riset, otomatisasi, dan alur kerja lintas perangkat. Aplikasi asli tersedia untuk Windows, Mac, Linux, iOS, Android, dan web, dengan kode sumber tersedia di GitHub untuk pembangunan dari React. Meskipun masih dalam pengembangan aktif dan sedang menjalani audit keamanan, Mozilla mengundang klien perusahaan untuk lisensi berbayar dan penerapan di lokasi. Thunderbolt didanai oleh hibah Mozilla dan dikelola oleh MZLA Technologies, anak perusahaan yang menangani Thunderbird sejak 2020. Langkah ini sejalan dengan inisiatif AI Mozilla yang lebih luas melalui Mozilla.ai dan janji akhir tahun 2025 untuk membina 'ekosistem AI open-source terdesentralisasi' yang menyaingi penyedia AI besar.

Artikel Terkait

Mozilla engineers using Anthropic's Mythos AI to patch 271 Firefox security vulnerabilities in a high-tech lab.
Gambar dihasilkan oleh AI

Mozilla patches 271 Firefox vulnerabilities with Anthropic's Mythos AI

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Mozilla has patched 271 security vulnerabilities in Firefox 150 using early access to Anthropic's Mythos Preview AI model. Firefox CTO Bobby Holley described the tool as every bit as capable as the world's best security researchers. The foundation says the AI helps defenders gain an edge in cybersecurity.

Mozilla has made its Smart Window AI browsing mode available in limited beta to Firefox users in the United States and Canada. The feature adds an integrated assistant that can access tabs, history and current pages.

Dilaporkan oleh AI

Mozilla says AI tools including Anthropic's Mythos Preview helped identify and resolve 423 security issues in Firefox over one month.

The Linux Foundation has launched a new initiative using Anthropic's Claude Mythos preview for defensive cybersecurity in open source software. Partners include AWS, Apple, Broadcom, Cisco, CrowdStrike, Google, JPMorgan, Microsoft, NVIDIA, and Palo Alto Networks. The effort aims to secure critical software amid the rise of AI for open source maintainers.

Dilaporkan oleh AI

Meta unveiled Muse Spark on Wednesday, the inaugural AI model from its Superintelligence Labs and the first in the Muse family. The company described it as a ground-up overhaul of its AI efforts, aiming for personal superintelligence. While proprietary for now, future open-source models are planned.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak