Muhammadiyah akan merayakan milad ke-113 pada 18 November 2025 di Universitas Muhammadiyah Bandung. Perayaan ini menjadi manifesto gerakan pencerahan di abad ke-21, mentransformasikan Islam Berkemajuan menuju umat ekosistemik. Ini merespons revolusi teknologi digital dan krisis kemanusiaan serta ekologis.
Milad ke-113 Muhammadiyah bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan tonggak gerakan pencerahan (tanwir) dalam konteks abad ke-21. Abad ini ditandai revolusi teknologi digital yang menciptakan dunia hyperconnected, menggeser pandangan dari kompetisi ke ekosistem, dengan fokus kolaborasi, sinergi, dan keberlanjutan. Secara spiritual, penekanan pada kesadaran kosmosentris daripada egosentris atau etnosentris, serta relasi sosial mutualistik yang menyeimbangkan profit, people, dan planet.
Tantangan utama termasuk persekongkolan jahat, manipulasi oleh elite, serta risiko penipuan digital seperti pinjaman online dan judi online. Revolusi ini juga melahirkan Society 5.0, masyarakat super cerdas yang mengintegrasikan AI dan robotika untuk kemanusiaan inklusif dan berkelanjutan. Nalar Islam Berkemajuan, sebagai dîn al-hadhârah, merespons isu etika e-commerce, uang elektronik termasuk cryptocurrency, serta etika AI dalam robotika untuk pelayanan publik hingga senjata.
Transformasi ini mengintegrasikan aspek epistemis—sintesis nalar bayani, burhani, dan irfani dengan maqashid ekosistemis—serta teologis-etis melalui akal tauhidi. Ini mempromosikan kesatuan ketuhanan ("Laa ilaaha illa Allah", QS al-Hajj: 62), kemanusiaan (QS an-Nisa: 1), penciptaan (QS Al-Mulk: 3), tuntunan hidup (QS al-Alaq: 1-5; QS an-Nahl: 89), dan tujuan hidup. Peneguhan ini menjadi basis krusial untuk aksi strategis membangun umat ekosistemik, menjawab persoalan peradaban bangsa di era digital.