Nintendo telah mengonfirmasi bahwa data telah dicuri selama serangan siber yang melibatkan pihak ketiga. Perusahaan mencatat bahwa tidak ada rahasia penting yang terungkap dalam pelanggaran tersebut. Sebuah kelompok yang mengidentifikasi diri sebagai Shadowbyt3$ menuntut $2 juta untuk data yang dicuri.
Perusahaan gim asal Jepang tersebut mengeluarkan konfirmasi menyusul insiden yang terjadi melalui penyedia layanan eksternal. Tidak ada rincian yang diberikan mengenai sifat atau volume data yang diambil secara pasti. Penyerang telah secara terbuka meminta pembayaran sebagai pertukaran atas informasi tersebut. Nintendo belum mengungkapkan langkah lebih lanjut atau apakah mereka berniat untuk bernegosiasi dengan kelompok tersebut.