Desainer Kei Ninomiya telah bermitra dengan PUMA untuk interpretasi baru sneaker Speedcat, menampilkan elemen bunga 3D, yang dijadwalkan rilis pada musim gugur 2026. Koleksi ini debut di runway selama pertunjukan musim gugur/musim dingin 2026 Noir Kei Ninomiya. Ini memadukan desain avant-garde dengan warisan motorsport model tersebut.
Desainer fashion Kei Ninomiya, yang mendirikan labelnya Noir Kei Ninomiya pada 2012 di bawah payung Comme des Garçons, memiliki sejarah kolaborasi sneaker yang berani. Sebelumnya bekerja dengan Reebok pada model Instapump Fury, Ninomiya kini beralih ke PUMA untuk proyek Speedcat “Roses”. Kolaborasi ini memperkenalkan estetika eksperimentalnya ke siluet ikonik low-profile yang terinspirasi motorsport milik merek tersebut. Desain mempertahankan struktur Speedcat sambil mengubah eksteriornya dengan upper transparan yang ditutupi mawar sintetis atau cetak 3D. Lapisan bunga ini menambahkan dimensi sculptural, memungkinkan PUMA Formstrip klasik tetap terlihat di bawahnya. Branding khusus muncul pada lidah sepatu, menyeimbangkan kelembutan dengan identitas model asli. Opsi warna bervariasi menurut laporan: satu sumber menggambarkan edisi serba hitam bersama versi cyan dan rosy lembut, sementara sumber lain mencatat pasangan hitam, merah, dan putih yang ditampilkan di runway. Koleksi ini debut sebagai bagian dari presentasi runway musim gugur/musim dingin 2026 Noir Kei Ninomiya, menandakan arah artistik yang lebih luas bagi label tersebut. Rincian rilis belum sepenuhnya dikonfirmasi, tetapi sneakers ini diharapkan meluncur pada musim gugur 2026 melalui PUMA.com dan retailer terpilih, termasuk penyebutan Dover Street Market. Proyek ini melanjutkan tren kemitraan high-fashion PUMA, mengembangkan Speedcat melampaui akar balapnya.