Focus group of North Carolina swing voters expressing economic concerns during a discussion.
Focus group of North Carolina swing voters expressing economic concerns during a discussion.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pemilih mengambang di North Carolina dalam kelompok diskusi fokus NPR sebut kecemasan ekonomi, namun tidak beralih ke Partai Demokrat

Gambar dihasilkan oleh AI
Fakta terverifikasi

Sekelompok kecil pemilih di North Carolina yang mendukung Joe Biden pada 2020 lalu beralih ke Donald Trump pada 2024 mengatakan kepada moderator bahwa mereka merasa lebih cemas terhadap perekonomian dan terbelah mengenai kinerja Trump, namun tidak satu pun mengatakan mereka berencana untuk memilih Partai Demokrat menjelang pemilu sela 2026.

Kelompok diskusi fokus daring yang baru-baru ini dilakukan oleh firma pesan Engagious dan firma riset pasar Sago mempertemukan 12 pemilih di North Carolina yang menyatakan mendukung Joe Biden pada 2020 sebelum beralih ke Donald Trump pada 2024.

Tujuh peserta mengidentifikasi diri sebagai independen, empat sebagai anggota Partai Republik, dan satu sebagai anggota Partai Demokrat.

Dalam sesi tersebut, separuh peserta mengatakan tidak setuju dengan kinerja Trump. Sebagian besar kritik tersebut berpusat pada persepsi bahwa Trump kurang peka terhadap meningkatnya tekanan ekonomi seiring berlanjutnya perang di Iran. Delapan dari 12 orang mengatakan Trump "tidak memahami" kekhawatiran ekonomi mereka, dan sembilan mengatakan mereka merasa lebih cemas secara ekonomi sekarang dibandingkan sebelum Trump menjabat.

Meski demikian, kelompok diskusi fokus tersebut menunjukkan ketahanan politik yang berkelanjutan bagi Trump dan Partai Republik di antara para pemilih ini: terlepas dari kekhawatiran ekonomi mereka, tidak ada satu pun yang mengatakan mereka berencana untuk memilih Partai Demokrat pada pemilu mendatang. NPR mencatat bahwa temuan ini tidak mewakili statistik secara keseluruhan, namun dapat memberikan wawasan mengenai sikap yang mungkin juga muncul dalam jajak pendapat.

Apa yang dikatakan orang

Reaksi awal di X menunjukkan skeptisisme mengenai pelabelan pemilih tersebut sebagai pemilih 'mengambang' yang sesungguhnya karena mereka secara konsisten mendukung Partai Republik, kekhawatiran bahwa frustrasi ekonomi di bawah Trump tidak memicu peralihan ke Partai Demokrat, serta kritik terhadap pengaruh Partai Republik melalui media terhadap keputusan pemilih. Beberapa orang mengungkapkan frustrasi dengan temuan tersebut sementara yang lain membagikan artikel tersebut dengan komentar netral.

Artikel Terkait

Illustration of a poll chart showing Trump's 36% job approval rating and economic disapproval, with icons of gas and groceries.
Gambar dihasilkan oleh AI

New NPR/PBS News/Marist poll puts Trump job approval at 36%, with broad disapproval on the economy

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

President Donald Trump’s job approval rating stands at 36% in a new NPR/PBS News/Marist poll conducted June 8-11, 2026, with 59% disapproving. The survey also finds roughly six in 10 Americans disapprove of Trump’s handling of the economy, amid persistent worries about costs such as gas and groceries.

Focus groups conducted with Pennsylvania swing voters reveal divided opinions on President Trump's financial gains while in office. Participants expressed cynicism about politicians in general.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

A new Politico poll conducted by Public First in early May finds Americans remain broadly pessimistic about the economy, with a majority describing the cost of living as the worst they can remember and nearly half continuing to blame President Donald Trump for current conditions.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak