Petugas keamanan lepas tugas divonis atas penembakan fatal remaja di Washington

Aaron Brown Myers, seorang petugas keamanan yang sedang tidak bertugas, dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat dua dan penganiayaan karena menembak hingga tewas Hazrat Ali Rohani yang berusia 17 tahun di luar sebuah toko perlengkapan olahraga di Renton, Washington. Jaksa penuntut menyatakan Myers mengira senjata BB sebagai senjata api sungguhan dan melepaskan tembakan meskipun remaja tersebut telah memohon bahwa senjata itu palsu.

Myers, 52 tahun, dinyatakan bersalah pada hari Jumat setelah dewan juri menolak klaimnya bahwa ia bertindak untuk mencegah perampokan. Ia saat itu sedang menunggu putranya di dalam mobil ketika melihat Rohani dan dua remaja lainnya membawa benda yang ia yakini sebagai pistol Glock di dekat toko Big 5 Sporting Goods. Kenyataannya, kelompok tersebut sedang dalam perjalanan untuk mengembalikan senjata BB yang rusak ke toko tersebut.

Artikel Terkait

Seorang pria berusia 27 tahun menghadapi dakwaan pembunuhan setelah menembak mati seorang wanita di area parkir supermarket di Pleasant Hill, Missouri, pada hari Memorial Day. Insiden tersebut juga melukai seorang remaja pegawai toko.

Dilaporkan oleh AI

Tiga remaja di Wisconsin menghadapi dakwaan pembunuhan dan perampokan bersenjata setelah diduga memancing seorang pria berusia 35 tahun ke dalam mobil mereka dan menembaknya hingga tewas. David Krause tewas di sebuah gang di Milwaukee pada 14 April setelah badai hujan. Jaksa merinci insiden tersebut dalam sebuah petisi anak di bawah umur.

Seorang hakim di Hamilton County menjatuhkan vonis 21 tahun hingga seumur hidup kepada Domynic Elahee pada hari Senin atas kasus penembakan yang menewaskan Jaeden Smith, 18 tahun, pada tahun 2025. Vonis tersebut dijatuhkan setelah persidangan juri bulan lalu terkait tuduhan pembunuhan dan penyerangan berat.

Dilaporkan oleh AI

Seorang anggota Garda Nasional Angkatan Darat AS mengaku bersalah pekan lalu atas dakwaan pembunuhan tingkat dua karena menembak mati tentara lain di pangkalan Angkatan Darat Fort Gordon di Georgia. Natravien Landry, 27, mengakui telah membunuh Sersan Andre S. Stewart Jr. saat terjadi konfrontasi di sebuah apartemen di dalam pangkalan tersebut. Pengakuan itu disampaikan lebih dari setahun setelah insiden yang terjadi pada Desember 2024.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak