Lebih dari 200 pakar tandatangani surat peringatan terkait hilangnya lapangan kerja akibat AI

Lebih dari 200 pakar global termasuk Eric Schmidt, Reid Hoffman, dan Joseph Stiglitz telah menandatangani surat yang menyerukan langkah mendesak untuk mengatasi dampak kecerdasan buatan terhadap ketenagakerjaan.

Para penandatangan memperingatkan bahwa AI dapat memicu penggantian tenaga kerja secara luas dalam satu dekade mendatang. Mereka menggambarkan perubahan yang akan datang ini berpotensi lebih besar daripada Revolusi Industri, namun bergerak dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.

Para pengambil kebijakan dan pemimpin teknologi didesak untuk menciptakan aturan pelindung dan insentif. Tujuannya adalah untuk mengarahkan pengembangan AI agar melengkapi pekerja manusia alih-alih menggantikan mereka.

Surat tersebut menekankan perlunya manfaat sosial yang luas dari teknologi ini. Surat itu menyerukan tindakan segera untuk mengelola dampak ekonomi.

Artikel Terkait

Illustration of Pope Leo XIV releasing an encyclical on disarming AI, suitable for news article.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pope Leo releases encyclical calling to disarm AI

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Pope Leo XIV released his first encyclical on May 25, calling for AI to be disarmed in service of the common good. The 40,000-word document, titled Magnifica Humanitas, was signed on May 15 in Rome.

A majority of chief executives are bracing for job cuts linked to artificial intelligence, new findings indicate.

Dilaporkan oleh AI

A new study shows that most Americans believe artificial intelligence is developing too quickly. Respondents also doubt that its benefits will reach everyone in society.

Generation Z expresses the lowest optimism about AI's future among age groups, even as a majority relies on the technology daily. Only 18 percent of Gen Z feel hopeful about AI, with nearly half believing its risks outweigh benefits. Yet 56 percent report using AI in their lives.

Dilaporkan oleh AI

The US government has denied foreign users access to Anthropic's latest AI models. The measure was taken last Friday allegedly for security reasons.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak