Paris Saint-Germain memenangkan gelar UEFA Champions League perdana mereka pada 2025, mengalahkan Inter Milan 5-0 di final yang digelar di Munich. Kemenangan ini melengkapi treble bersejarah bagi klub Prancis tersebut, setelah sukses di Ligue 1 dan Coupe de France. Di bawah pelatih Luis Enrique, PSG menunjukkan pendekatan yang berubah di era pasca-Mbappé.
Perjalanan Paris Saint-Germain menuju gelar UEFA Champions League 2025 menandai momen penting bagi klub tersebut, mengakhiri tahun-tahun kekecewaan hampir di kompetisi utama Eropa. Setelah Kylian Mbappé pindah ke Real Madrid pada 2024, banyak yang mempertanyakan kemampuan PSG bersaing di level tertinggi. Sebaliknya, Luis Enrique membangun ulang skuad menjadi unit yang kohesif dengan menekankan pemuda, energi, dan disiplin taktis.
Kampanye dimulai dengan dominasi domestik, karena PSG mengamankan gelar Ligue 1 dan Coupe de France, membuka jalan untuk serangan Eropa mereka. Di Champions League, mereka lolos meyakinkan melalui fase liga 36 tim dan babak gugur, memuncak pada final melawan Inter Milan di Munich. Pertandingan itu berjalan sepihak, dengan PSG meraih kemenangan 5-0 dalam apa yang digambarkan sebagai salah satu penampilan Eropa terbaik sepanjang masa. Kemenangan ini menjadikan PSG tim kesembilan yang berbeda mencapai treble di sepak bola Eropa dan klub Prancis kedua yang mengangkat trofi Champions League.
Manajemen Enrique sangat berperan, mengubah kekacauan potensial menjadi kejelasan. Timnya bermain agresif namun sabar, menghindari kesalahan musim-musim sebelumnya. Meskipun PSG kemudian kalah di final Piala Dunia Antarklub yang diperluas, kesuksesan Champions League mereka menyoroti musim evolusi dan ketangguhan. Kemenangan ini menambah koleksi 2025 mereka, termasuk kemenangan UEFA Super Cup via adu penalti melawan Tottenham setelah bangkit dari 0-2, dan Piala Antarkontinental FIFA via adu penalti. Pencapaian ini memperkuat status PSG sebagai superklub yang berevolusi mampu keunggulan berkelanjutan.