Pertamina pastikan pasokan BBM aman di tengah banjir Semarang-Demak

PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Semarang-Demak yang terdampak banjir tetap aman, dengan pengecekan rutin potensi kontaminasi air di SPBU. Warga setempat mengeluhkan banjir yang berlangsung lebih dari sepekan, menyebabkan iritasi kulit dan bantuan yang minim. Banjir ini dimulai sejak 21 Oktober 2025 dan memengaruhi permukiman serta lalu lintas.

Banjir di wilayah pesisir Kota Semarang dan Kabupaten Demak, Jawa Tengah, telah berlangsung lebih dari sepekan sejak Selasa, 21 Oktober 2025. Genangan air mencapai ketinggian paha orang dewasa di Kampung Tanggungrejo, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, dan sekitar 70 sentimeter di Kelurahan Genuksari. Warga seperti Winda dari RT1/RW5 Tanggungrejo melaporkan banjir sudah memasuki rumah selama sembilan hari, menyebabkan gatal-gatal pada kulit kaki akibat air keruh. "Sudah sembilan hari ini banjir. Sejak Selasa (21/10/2025), air sudah masuk ke rumah," ujar Winda.

Bantuan yang diterima warga masih terbatas. Sri Priyantini mengeluhkan hanya mendapat nasi bungkus sekali dan beras satu kilogram di awal, meski banjir hampir dua minggu. "Awal itu dapat nasi bungkus sekali dan beras satu kilogram, setelah itu belum dapat apa pun. Hampir dua minggu. Tiap tahun begini terus," katanya. Sementara Siti di Genuksari menolak bantuan nasi bungkus satu porsi untuk keluarga berlima pada Rabu, 29 Oktober 2025, karena tidak mencukupi. Banyak warga tidak mengungsi karena kurangnya tempat, dan bergantung pada makanan instan.

Di tengah banjir yang mencapai 80-90 sentimeter di Jalan Pantura Semarang-Demak (ruas Kaligawe-Sayung), enam SPBU terdampak tetapi tetap beroperasi. Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dan DI Yogyakarta, Taufiq Kurniawan, menyatakan pasokan BBM dan LPG aman. "Kondisi pasokan BBM dan LPG dalam kondisi aman," ungkapnya pada Kamis, 30 Oktober 2025. Pihaknya melakukan pengecekan kontaminasi air setiap pagi, siang, dan malam, yang hasilnya nihil. Untuk mengantisipasi pengalihan lalu lintas, suplai ke SPBU jalur alternatif seperti Semarang-Mranggen ditingkatkan 10-15 persen, meski jarak antar-SPBU dekat mencegah gangguan signifikan. Suplai LPG juga terjamin tanpa kelangkaan, dan masyarakat diimbau membeli di pangkalan terdekat.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak