Péter Magyar dijadwalkan dilantik sebagai perdana menteri baru Hungaria

Menyusul kemenangan telak partainya dalam pemilihan umum 12 April, Péter Magyar dijadwalkan untuk menjabat sebagai perdana menteri Hungaria pada 9 Mei.

Magyar, yang memisahkan diri dari partai Fidesz pimpinan Viktor Orbán pada Februari 2024, memimpin Partai Tisza meraih 53 persen suara dan 141 dari 199 kursi parlemen. Supermayoritas ini memungkinkan dilakukannya perubahan konstitusi. Perayaan publik besar-besaran direncanakan akan berlangsung di Kossuth Square, Budapest, untuk menandai pelantikan sekaligus masuknya partai tersebut ke parlemen.

Artikel Terkait

Suvendu Adhikari taking the oath of office as West Bengal's Chief Minister during a formal swearing-in ceremony.
Gambar dihasilkan oleh AI

Suvendu Adhikari sworn in as West Bengal chief minister

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Suvendu Adhikari took oath as West Bengal chief minister on Saturday, marking the formation of the state's first BJP-led government after the party secured a majority in the assembly elections.

Partai Tisza yang pro-Eropa pimpinan Péter Magyar berhasil meraih mayoritas dua pertiga dalam pemilihan parlemen Hungaria pada 12 April, sekaligus mengakhiri 16 tahun masa kekuasaan Viktor Orbán. Orbán mengakui kekalahannya kurang dari tiga jam setelah tempat pemungutan suara ditutup di tengah angka partisipasi pemilih yang memecahkan rekor. Magyar berjanji untuk memulihkan hubungan dengan Uni Eropa, memberantas korupsi, serta membangun kembali sistem pengawasan dan keseimbangan demokrasi.

Dilaporkan oleh AI

After Prime Minister Viktor Orbán's election defeat, German activist Maja T., imprisoned in Budapest, has expressed cautious optimism. She hopes it will give Hungary's civil society room to breathe. Her lawyer urges the German government to resume talks with the election winner.

Wolfgang Kubicki defeated Marie-Agnes Strack-Zimmermann in a leadership vote at the FDP federal party congress on May 30, 2026, in Berlin and is the new party chairman.

Dilaporkan oleh AI

Kosovo's parliament failed Tuesday evening to elect a new president due to a lack of two-thirds quorum from the opposition's boycott. This ends the current legislature and paves the way for new legislative elections within a maximum of 45 days. Parliament President Albulena Haxhiu is to dissolve the assembly Wednesday morning.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak