Agensi SEVENTEEN, PLEDIS Entertainment, telah merilis pernyataan terbaru yang merinci upaya hukum yang sedang berlangsung untuk melindungi grup tersebut dari pencemaran nama baik dan pelanggaran privasi, dengan fokus khusus pada anggota yang sedang menjalani wajib militer.
Menurut sumber yang dekat dengan agensi, PLEDIS Entertainment merilis pembaruan tersebut pada 26 Juni yang menguraikan perkembangan hingga kuartal kedua 2026. Proses persidangan formal sedang berlangsung di pengadilan untuk satu terdakwa yang didakwa atas tuduhan pencemaran nama baik yang melibatkan fakta palsu tentang para artis, dan agensi berjanji untuk mendorong hukuman yang sesuai. Pernyataan tersebut menyoroti pemantauan agresif terhadap platform seperti X, Instagram, dan situs-situs Korea termasuk DC Inside dan Weverse, di mana bukti ejekan, pelecehan seksual, dan pencemaran nama baik yang terorganisir disimpan secara waktu nyata. PLEDIS Entertainment menegaskan akan menindaklanjuti kasus-kasus tersebut tanpa penyelesaian atau keringanan hukuman, terutama bagi mereka yang melanggar privasi anggota yang sedang menjalani wajib militer. Penggemar diminta untuk mengirimkan laporan terperinci melalui Situs Web Pelanggaran Hak Artis HYBE, dengan tangkapan layar yang harus mencakup URL, konten lengkap, dan tanggal. Agensi berterima kasih kepada para pendukung atas masukan mereka sembari menegaskan akan mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap konten jahat apa pun.