Kasus terhadap Tyler Robinson, yang dituduh membunuh aktivis konservatif Charlie Kirk, berlanjut bulan ini dengan sidang pendahuluan. Proses hukum ini telah menghidupkan kembali perpecahan dalam gerakan MAGA terkait teori konspirasi seputar kematian tersebut.
Seorang hakim menggelar sidang awal bulan ini untuk menilai apakah terdapat cukup bukti untuk melanjutkan ke pengadilan. Jaksa penuntut menuntut hukuman mati, dan kasus ini diperkirakan akan berlanjut.
Kirk tewas ditembak pada bulan September. Kaum konservatif awalnya berharap pembunuhan tersebut akan menyatukan gerakan mereka, namun hal itu justru memicu berbagai teori konspirasi yang tersebar luas.
Candace Owens telah mempromosikan klaim bahwa Robinson tidak bertindak sendiri dan bahwa Israel serta pihak lain, termasuk janda Kirk, Erika, terlibat dalam upaya menutup-nutupi kasus ini. Pandangannya telah memicu bantahan dari berbagai media seperti Fox News, The Daily Wire, dan National Review.
Tokoh-tokoh lain, termasuk Jack Posobiec, telah menyerukan agar Robinson dijatuhi hukuman mati. Para pembuat konten terus memperdebatkan teori-teori tersebut secara daring demi meraih jumlah penonton.