PSSI akan menggunakan mekanisme lama untuk memilih pelatih baru Timnas Indonesia, di mana kandidat harus mempresentasikan konsep di depan Exco. Metode ini mirip dengan proses pemilihan Shin Tae-yong atas Luis Milla beberapa tahun lalu. Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menekankan transparansi proses tersebut.
PSSI membuka proses pemilihan pelatih baru Timnas Indonesia dengan metode yang pernah digunakan saat memilih Shin Tae-yong (STY) menggantikan Luis Milla. Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menyatakan bahwa kandidat akan diminta memaparkan konsep mereka secara bergantian di depan Exco PSSI, seperti yang dilakukan pada era kepemimpinan Mochamad Iriawan.
"Ada mekanisme yang bagus yang pernah kita lakukan saat menentukan STY dulu. Ada dua calon, STY dan Luis Milla," ujar Zainudin. Saat itu, Exco memutuskan memilih STY setelah presentasi kedua kandidat. Zainudin menilai pola ini membuat proses lebih transparan, sehingga seluruh anggota Exco memahami alasan nominasi setiap kandidat.
"Saya kira kita akan lakukan proses seperti itu lagi. Semua transparan. Exco tahu siapa saja kandidatnya," kata Zainudin. Ia menegaskan bahwa mekanisme ini adalah prosedur terbaik yang pernah dilakukan PSSI. Ketua Bidang Teknik dan Perwasitan (BTN) Sumardji bertugas menyodorkan nama-nama kandidat beserta alasannya, sebelum dipresentasikan ke Exco.
Proses ini juga terkait dengan aksi demonstrasi suporter Ultras Garuda pada 14 November 2025, yang menuntut pelatih baru dan perubahan di PSSI, termasuk "Erick Thohir Out". Sumardji, sebagai anggota Exco, menyatakan bahwa PSSI menghormati hak demokrasi suporter. "Menyampaikan pendapat di muka umum itu hak sebagai warga negara. Semua akan kami tampung dan kami dengarkan," tegas Sumardji di Stadion Madya.
Sumardji mengungkapkan sudah ada lima nama kandidat, tapi belum dibocorkan. Keputusan final akan disahkan Exco setelah persetujuan Direktur Teknik Alex Zwiers. Zainudin berharap pengumuman secepat mungkin, meski nama final belum mengerucut. "Kalau sudah jelas, langsung kita bawa ke Exco untuk dipaparkan," ujarnya.