Tim SAR gabungan menemukan jenazah korban ketiga dalam bencana longsor di Desa Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada 19 November 2025. Korban bernama Tuwi berusia 50 tahun, tertimbun material longsor setebal dua meter. Saat ini, 25 orang lainnya masih hilang sementara ratusan warga mengungsi.
Bencana longsor besar melanda Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Minggu, 16 November 2025, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Awalnya, 26 orang dilaporkan hilang, dua meninggal dunia, dan lebih dari 900 warga mengungsi ke tempat aman.
Pada hari keempat pencarian, Rabu 19 November 2025, tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Tuwi (50) di Sektor A.2 pukul 13.52 WIB. Penemuan ini dibantu anjing pelacak Basarnas Semarang dan enam unit ekskavator, meski proses sulit karena tanah gembur dan hujan gerimis. "Ada tiga unit K-9 yang kami kerahkan dan enam unit ekskavator dioperasikan. Alhamdulillah hari ini korban atas nama Ibu Tuwi berhasil kami temukan di Sektor A.2," ujar Kepala Kantor SAR/Basarnas Semarang, Budiono.
Dengan penemuan ini, jumlah korban meninggal bertambah menjadi tiga orang: Luwih, Darti, dan Tuwi. Sementara itu, 25 orang masih dicari, termasuk Saminem, Kaswanto, Aminah, dan lainnya. "Korban meninggal dunia tiga orang, sedangkan 25 lainnya masih dalam pencarian," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pada 20 November 2025.
Data BNPB mencatat 934 jiwa atau 335 kepala keluarga mengungsi, terdiri dari 454 laki-laki dan 480 perempuan, tersebar di lima lokasi seperti Kantor Kecamatan Pandanarum dan GOR Desa Beji. Kerusakan meliputi 182 rumah (128 rusak ringan, 54 berat), jalan 800 meter, irigasi 670 meter, satu bendung, serta sektor ekonomi seperti hilangnya 5 sapi, 125 kambing, dan 14 warung. Sektor sosial terdampak satu masjid rusak berat dan dua mushola ringan.
Kebutuhan mendesak penyintas mencakup popok balita, perlengkapan mandi, pakaian, susu anak, hygiene kit, antiseptik, alas tidur, alat kebersihan, alat pelindung diri, serta layanan pendampingan psikososial. Pencarian dihentikan sementara karena hujan deras, dengan harapan dilanjutkan pada 20 November jika cuaca membaik.