Senator Brian Schatz akan menggalang dana untuk kandidat Maine yang sedang dalam masalah

Senator Brian Schatz dijadwalkan hadir dalam acara penggalangan dana virtual pada hari Minggu untuk mendukung Graham Platner, calon anggota Senat dari Partai Demokrat di Maine yang tengah menghadapi berbagai skandal. Kehadiran ini menandai dukungan publik pertama dari senator asal Hawaii tersebut bagi sang kandidat sebelum pemilihan pendahuluan pada hari Selasa.

Platner menuai kritik atas dugaan perilaku kasar terhadap mantan pacarnya baru-baru ini dan pengungkapan pribadi lainnya, termasuk pesan eksplisit yang dikirim saat ia masih menikah. Ia membantah klaim tersebut dan menyebutnya bermotif politik. Kandidat tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari $200.000 dalam beberapa hari setelah laporan New York Times merinci tuduhan tersebut. Platner menyatakan kampanyenya tetap kuat dan ia tidak mempertimbangkan untuk mundur. Schatz, yang belum secara resmi mendukung Platner, terdaftar sebagai tamu istimewa dalam acara dengan harga tiket mulai dari $100 hingga $7.000. Pertemuan ini telah direncanakan beberapa minggu sebelumnya. Demokrat lainnya, termasuk anggota DPR Ro Khanna, telah memberikan dukungan terbatas sambil mendesak agar tetap fokus pada upaya mengalahkan senator Partai Republik Susan Collins pada bulan November.

Artikel Terkait

Graham Platner meeting with Democratic senators in a formal Washington conference room amid controversy discussions.
Gambar dihasilkan oleh AI

Platner meets with Senate Democrats in Washington as party weighs fallout from personal controversies

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Maine Democratic Senate candidate Graham Platner met with Democratic senators in Washington on Tuesday as party leaders privately and publicly assessed a string of controversies surrounding his personal conduct and past online activity. The gathering took place at the Democratic Senatorial Campaign Committee’s headquarters, where senators questioned Platner about his background and the risk of further damaging disclosures ahead of Maine’s Democratic primary.

Democratic voters in Maine head to the polls Tuesday to select their nominee for the U.S. Senate race against Republican incumbent Susan Collins. Graham Platner remains the frontrunner despite multiple controversies surrounding his past.

Dilaporkan oleh AI

New allegations from a New York Times report have prompted concern among Democrats about Graham Platner, the leading candidate in Tuesday's primary for Maine's U.S. Senate seat. Platner denies claims of physical intimidation toward ex-girlfriends and prior knowledge that his tattoo resembled a Nazi symbol. The developments come days before the primary election.

Maine Democratic Senate candidate Graham Platner is dealing with fresh scrutiny after reports detailed explicit text messages he sent to multiple women. The revelations have sparked internal Democratic divisions ahead of the June 9 primary.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

Army veteran Ted Daniels, a Purple Heart recipient, has criticized Maine Democratic U.S. Senate candidate Graham Platner over resurfaced Reddit comments that multiple outlets say were posted under an account attributed to Platner and mocked Daniels’ survival of a 2012 firefight in Afghanistan.

Democratic Michigan Senate candidate Abdul El-Sayed campaigned with far-left streamer Hasan Piker at Michigan State University and the University of Michigan on Tuesday, declining to disavow Piker's past controversial comments. El-Sayed called demands for denunciation a 'gotcha game' and defended engaging left-wing figures to broaden outreach. The appearances drew criticism from fellow Democrats and Republicans alike.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

Some Michigan Democrats are criticizing Abdul El-Sayed’s decision to appear at an upcoming campaign event involving left-wing streamer Hasan Piker, arguing that Piker’s past remarks are politically toxic in a battleground state. Others in Democratic circles say campaigns should engage online creators to reach younger voters as the party looks toward the 2026 midterms and beyond.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak