Tujuh gejala kewanitaan yang bikin panik tapi dokter bilang normal

Banyak wanita sering panik karena gejala seputar kesehatan reproduksi yang sebenarnya normal. Dokter obgyn menjelaskan bahwa perubahan kecil pada keputihan atau siklus menstruasi biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, konsultasi tetap dianjurkan jika ada tanda-tanda tidak biasa.

Wanita sering kali mengalami kecemasan berlebih terkait gejala kewanitaan, seperti menstruasi telat atau benjolan kecil di area intim, yang mendorong pencarian informasi di internet. Menurut dokter obgyn Kelly Culwell, MD, MPH, "Kapan pun mengalami perubahan menstruasi yang mengkhawatirkan, atau apa pun yang tidak terasa normal, kami pasti ingin Anda datang," seperti dikutip dari Women's Health pada 26 November 2025.

Dokter menekankan bahwa gejala ringan yang berlangsung singkat biasanya aman. Berikut dua dari tujuh gejala umum yang sering disalahpahami:

  1. Keputihan yang banyak atau sedikit berubah: Keputihan normal dan esensial untuk menjaga kesehatan vagina. Dokter obgyn Laura Jacques, MD, menyatakan, "Ini pada dasarnya adalah cairan yang membantu menjaga ekosistem alami dan fungsi vagina." Jumlah hingga satu sendok makan per hari wajar, dan bisa meningkat saat ovulasi. Banyak pasien khawatir, tapi pemeriksaan menunjukkan normal, kata Dr. Culwell. Waspadai jika disertai gatal parah, terbakar, bau amis kuat, atau warna hijau, yang bisa menandakan infeksi.

  2. Siklus menstruasi yang sedikit berubah: Siklus tidak selalu tepat setiap bulan. Dr. Gillian Mackay, MBBS, FACOG, menjelaskan, "Pasien sering merasa kalau periode menstruasi mereka tidak sama jumlah hari pendarahannya dan interval antarperiode setiap bulan tidak sama, maka itu tidak normal." Penyebabnya termasuk stres, kurang tidur, perubahan berat badan, atau olahraga intens. Perhatikan jika siklus kurang dari 21 hari, lebih dari 35 hari, atau pendarahan berat hingga ganti pembalut kurang dari satu jam.

Artikel ini diterbitkan di Jakarta pada 26 November 2025, menyoroti pentingnya konsultasi medis untuk menghindari diagnosis diri yang salah.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak