Gaya rambut belahan samping yang pernah memecah belah kini mengalami kebangkitan untuk musim semi 2026, disambut oleh para selebriti dan penata rambut. Para ahli melacak sejarahnya hingga 1920-an dan menjelaskan daya tariknya dalam estetika saat ini.
Belahan samping, yang telah memicu perdebatan antargenerasi, diposisikan sebagai tampilan utama untuk musim semi 2026. Rachael Gibson, yang dikenal sebagai Hair Historian, mencatat asal-usulnya di tahun 1920-an dengan gaya garçonne yang lebih pendek, kebangkitannya di tahun 1940-an yang dipadukan dengan rambut bergelombang seperti milik Veronica Lake, dan kembalinya di tahun 1990-an bersamaan dengan blowout supermodel. Kebangkitan ini melawan tren clean-girl minimalis terkini, menawarkan opsi yang lebih dinamis, kata Gibson: “Belahan samping dengan rambut menyapu melintasi terasa jauh lebih santai dan kurang dibuat-buat, sambil tetap membiarkan rambut mengisi ruang. Itu terlihat mencolok, membawa rambut ke dalam tampilan, dan memungkinkan Anda bermain dengan volume dan tekstur jauh lebih banyak.”