Startup kembangkan robot AI serbaguna untuk beragam tugas rumah tangga

Physical Intelligence, sebuah startup asal San Francisco yang didirikan pada tahun 2024, sedang mengembangkan sistem kendali robot yang mampu mempelajari berbagai tugas menggunakan model visi-bahasa-aksi yang diturunkan dari model bahasa besar. Perusahaan tersebut telah mendemonstrasikan robot yang melakukan berbagai aktivitas seperti membuat kopi, melipat pakaian, dan memasak ubi jalar berdasarkan instruksi lisan.

Di dalam lingkungan gudang, robot-robot tersebut telah belajar mengupas sayuran, membersihkan dapur, dan menangani barang-barang di lingkungan rumah simulasi yang direnovasi setiap minggu. Model terbaru bernama π0.7 berhasil mengoperasikan alat penggoreng udara (air fryer) untuk pertama kalinya setelah menerima panduan langkah demi langkah. Sergey Levine, salah satu pendiri dan profesor di University of California, Berkeley, mencatat bahwa beragam sumber data justru membantu sistem AI untuk meningkat, bukan mempersulit proses pembelajaran. Perusahaan tersebut juga tengah menguji coba robot di rumah-rumah sungguhan untuk menangani variabilitas dunia nyata. Ingmar Posner dari University of Oxford menggambarkan pendekatan ini sebagai terjemahan yang menarik dari kemampuan model bahasa, namun ia mengingatkan bahwa penerapan dalam skala besar di dunia nyata masih jauh dari jangkauan karena kebutuhan data dan interaksi pengguna yang tidak dapat diprediksi.

Artikel Terkait

California-based Generalist AI has launched Gen-1, a new physical AI model that enables robots to handle tasks like folding laundry, fixing other robots and stuffing cash into wallets. The model draws on human dexterity data collected worldwide to teach robots 'physical common sense.' Co-founder Pete Florence described it as a major advance for real-world robotics.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at the Swiss École Polytechnique Fédérale de Lausanne have developed Kinematic Intelligence, a framework that enables robots to learn skills from a single human demonstration and transfer them to different hardware without retraining. The AI-free system avoids joint singularities, ensuring safe operation across varied robot designs. The work is detailed in a paper published in Science Robotics.

Industry analyst Ming-Chi Kuo reported that OpenAI is developing a smartphone featuring AI agents to replace traditional apps. The device would involve partnerships with MediaTek, Qualcomm for chip design, and Luxshare for manufacturing. Specifications and suppliers are expected to be finalized by late 2026 or early 2027, with production in 2028.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak