Dinas Kesehatan Jawa Tengah mendeteksi satu kasus super flu atau influenza A H3N2 subclade K di Semarang pada akhir Desember 2025. Sementara itu, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung mengonfirmasi 10 kasus di Jawa Barat sepanjang Agustus hingga November 2025, dengan satu pasien meninggal akibat komorbiditas. Pejabat kesehatan menekankan bahwa ini bukan virus baru dan situasi terkendali.
Super flu, yang sebenarnya adalah varian influenza A H3N2 subclade K, telah terdeteksi di Indonesia. Di Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Provinsi melaporkan satu kasus yang dikonfirmasi melalui uji sampel di RSUP Dr. Kariadi, Semarang, pada akhir Desember 2025. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Irma Makiah, menyatakan, "Ya, satu kasus. Tapi tidak apa-apa, sudah aman." Individu tersebut sedang ditangani, meskipun lokasi asal dan status perawatan belum diungkap sepenuhnya.
Gejala super flu mirip flu biasa, termasuk batuk, demam tinggi, pusing, dan nyeri tenggorokan, tetapi penularannya cepat melalui droplet. Irma menjelaskan bahwa istilah "super flu" bukan terminologi medis, melainkan karena peningkatan kasus di Eropa, Amerika, dan Jepang. Kelompok rentan seperti lansia, balita, penderita HIV/AIDS, dan gangguan imunitas berisiko komplikasi berat.
Di Jawa Barat, RS Hasan Sadikin Bandung mencatat 10 kasus dari Agustus hingga November 2025, dengan puncak pada Oktober. Dua pasien dirawat intensif, dan satu meninggal bukan karena virus langsung, melainkan komorbiditas. Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging, dr. Yovita Hartantri, menegaskan, "Super flu ini bukan virus baru. Penyakit ini bersifat musiman dan selama ini masih dapat ditangani dengan baik." Saat ini, tidak ada kasus aktif; semua pasien pulih.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, berbicara di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada 8 Januari 2026, menyebut super flu sudah ada puluhan tahun. "Super flu itu sebenarnya influenza A... sudah ada puluhan tahun, nama virusnya H3N2," katanya. Ia membedakannya dari COVID-19, karena imunitas tubuh sudah mengenalnya. Belum ada laporan kematian langsung akibat virus ini.
Pejabat mengimbau masyarakat tidak panik, menerapkan pola hidup sehat, vaksinasi influenza tahunan, menjaga kebersihan, dan berkonsultasi dokter jika gejala muncul. Direktur Medik RSHS, Iwan Abdul Rachman, menambahkan, "Saat ini situasi terkendali dan masih dalam batas aman."