Pemprov Banten tingkatkan surveilans antisipasi virus Nipah di Bandara Soekarno-Hatta

Pemerintah Provinsi Banten mengaktifkan kembali surveilans kesehatan untuk mencegah masuknya virus Nipah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, di tengah laporan kasus di India. Koordinasi dengan otoritas karantina memperketat pemeriksaan penumpang dari wilayah endemis. Hingga kini, belum ada kasus virus Nipah yang dikonfirmasi di Indonesia.

Pada Selasa (27/1/2026), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyatakan bahwa surveilans aktif telah diaktifkan kembali dengan fokus pada Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu masuk utama. “Surveilans aktif baru di-alert, dinyalakan. Surveilans seperti apa? Ini kan kita menggunakan Bandara Soekarno-Hatta yang sering jadi pintu masuk,” kata Ati di Kota Serang.

Pengawasan dikoordinasikan dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta. Semua penumpang, khususnya dari daerah endemis seperti India, akan menjalani skrining kesehatan awal, mirip dengan penanganan Covid-19. “Nah, semua orang-orang yang datang, terutama dari daerah-daerah endemis, tentu akan dilakukan skrining. Sama halnya seperti (menghadapi) Covid-19,” ujar Ati. Namun, prosedur untuk virus Nipah sedang disusun secara spesifik karena perbedaannya dengan Covid-19.

Kepala BBKK Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, menjelaskan peningkatan pengawasan melalui sistem Olimnesia, termasuk deklarasi kesehatan sebelum kedatangan. Pemeriksaan mencakup riwayat perjalanan 21 hari terakhir dan profil pesawat dari negara terjangkit. “Kalau ada dari negara-negara terjangkit, misalnya sekarang lagi ramai di India, maka kita punya profil pesawat yang direct flight dari India ke Jakarta. Dari situ kita lihat apakah ada orang bergejala atau tidak,” ungkap Naning.

Pos pemeriksaan dilengkapi thermal scanner dan pemeriksaan visual. Koordinasi juga melibatkan karantina hewan untuk mencegah penularan dari hewan seperti kelalawar, monyet, dan babi. Imbauan diberikan untuk pola hidup bersih, seperti mengupas dan mencuci buah-buahan.

Berdasarkan laporan WHO per 23 Januari 2025, terdapat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di West Bengal, India, tanpa laporan kematian. Virus Nipah, bagian dari kelompok Paramyxovirus, menyerang paru-paru dan otak dengan gejala demam, sakit kepala, kantuk, kebingungan, hingga koma, serta tingkat kematian lebih dari 40 persen. Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, mengonfirmasi belum ada kasus di Indonesia. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pusat untuk menjaga kesiapsiagaan di tengah mobilitas tinggi bandara.

Artikel Terkait

A woman isolated in a hospital in Alicante with medical staff in protective equipment, Alicante skyline and cruise ship in background.
Gambar dihasilkan oleh AI

Health authorities detect possible hantavirus case in Alicante

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Spain's Health Ministry has identified a possible hantavirus case in a woman living in Alicante. The patient, who traveled on a flight with one of the victims from the MV Hondius cruise outbreak, shows compatible symptoms and has been isolated.

PPIH Debarkasi Medan officials have urged North Sumatra Hajj pilgrims to monitor for symptoms of illness upon their return to Indonesia.

Dilaporkan oleh AI

Jakarta council member Yudha Permana has asked the provincial government to strengthen education and mitigation efforts for hantavirus. The request follows growing public concern sparked by information circulating on social media.

Hong Kong health authorities are seeking more information from the World Health Organization on a hantavirus outbreak aboard a cruise ship in the Atlantic, while stepping up prevention efforts to protect the city.

Dilaporkan oleh AI

The World Health Organization reported on Monday nine cases of Andes virus hantavirus linked to the MV Hondius cruise ship, with seven confirmed. The vessel arrived in Spain's Tenerife last weekend, where over 90 passengers were evacuated under health supervision.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak