Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat sejak hari pertama kejadian. Pemerintah mengerahkan pesawat TNI AU untuk mengirim bantuan logistik, sementara tantangan seperti jalan putus dan komunikasi terganggu mempersulit evakuasi. Fenomena siklon tropis Senyar menjadi pemicu utama cuaca ekstrem tersebut.
Bencana hidrometeorologi yang dipicu siklon tropis Senyar melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra sejak 24 November 2025, menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor. Presiden Jenderal (Purn) Prabowo Subianto langsung menginstruksikan Menko PMK Pratikno untuk mengkoordinasikan BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah sejak 25 November. "Jadi sejak hari pertama terjadinya bencana, Bapak Presiden sudah perintahkan kepada kami Tim BNPB langsung bergerak dibantu TNI-Polri, Pemda aktif, dan untuk tanggap darurat itu tenda-tenda pengungsian terus makanan segala kebutuhan sehari-hari sudah dikirim," kata Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 28 November 2025.
Pada Jumat pagi itu, empat pesawat TNI AU—tiga Super Hercules dan satu Airbus A400—diberangkatkan pukul 07.30 WIB dari Base Ops Lanud Halim, membawa bantuan seperti alat komunikasi, perahu karet, genset, serta tenda dan makanan. Destinasi mencakup Bandara Padang (Sumatra Barat), Silangit (Sumatra Utara), serta Banda Aceh dan Lhokseumawe (Aceh). Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan ini bukan pengiriman pertama, dengan alur bantuan berkelanjutan berdasarkan komunikasi langsung Prabowo dengan gubernur dan bupati setempat, termasuk Gubernur Sumatra Utara dan Aceh.
Palang Merah Indonesia (PMI) turut mengirim 350 hygiene kit, 350 selimut, 1.500 sarung, serta kebutuhan lain menggunakan Hercules, difokuskan ke Lhokseumawe, Tapanuli Tengah, dan Padang. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengalokasikan 32,7 ribu ton beras dan 6.300 ton minyak goreng, dengan rincian 16.000 ton beras untuk Sumatra Utara, 6.700 ton untuk Sumatra Barat, dan 10.000 ton untuk Aceh. Kementerian Sosial menyesuaikan penyaluran BLTS triwulan IV senilai Rp900 ribu-Rp1,2 juta per KPM melalui PT Pos Indonesia, termasuk di posko pengungsian.
Di lapangan, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi memprioritaskan penyelamatan korban dan kebutuhan dasar di Agam dan Padang Pariaman, di mana jalan ambles sejak 24 November. Di Aceh, Gubernur Muzakir Manaf menetapkan status darurat pada 27 November untuk 16 kabupaten/kota; wilayah Bener Meriah terisolir akibat jalan putus dan listrik padam, dengan warga seperti Widya kesulitan komunikasi. Wakil Menteri PU Diana Kusumawati melaporkan 4 jembatan putus di Aceh dan 20 titik longsor di Sumatra Utara, dengan 48 unit alat berat dikerahkan. Basarnas mencatat evakuasi terkendala jaringan komunikasi, dengan 9 korban jiwa di Aceh Tengah dan 2 hilang. Pemerintah juga lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi hujan.