Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan dana efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk mempercepat rehabilitasi pascabencana longsor dan banjir bandang di Sumatera. Upaya ini mencakup pemulihan infrastruktur energi dan telekomunikasi di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. TelkomGroup telah mengaktifkan 90 persen base transceiver station di Sumatera Utara dan Barat, sementara fokus utama kini di Aceh.
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penggunaan dana hasil efisiensi APBN untuk mempercepat pemulihan bencana di Sumatera selama Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (15/12/2025). "Anggaran APBN sudah kita siapkan. Anggaran ini berasal dari hasil penghematan yang telah kita lakukan," ujar Prabowo pada Selasa (16/12/2025). Dana operasional taktis sebesar Rp20 miliar disalurkan ke setiap gubernur terdampak, serta Rp4 miliar ke 52 bupati dan wali kota, dikirim dalam tiga hari untuk mendukung layanan dasar dan infrastruktur.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia melaporkan tantangan pemulihan sektor energi. Di Aceh, kapasitas pembangkit di Banda Aceh mencapai 110 MW dengan beban 66 MW, sebagian bergantung genset; jaringan induk 80-90 persen terpasang, target normal dalam pekan mendatang. Secara nasional, 1.591.271 dari 1.789.566 pelanggan listrik telah pulih per 15/12/2025 pukul 19.00 WIB. Di Aceh, 774.401 dari 970.954 pelanggan tersambung kembali, menyisakan 539 desa padam. Sumatera Utara mencatat 543.346 dari 554.048 pulih, sementara Sumatera Barat 273.804 dari 274.564. Distribusi BBM dan LPG terkendala akses, dengan tiga kabupaten Aceh hanya bisa dijangkau udara menggunakan helikopter dan pesawat Hercules. "Di tiga kabupaten di Aceh diperlukan upaya luar biasa karena akses darat belum memungkinkan," kata Bahlil. Prabowo menekankan keselamatan, termasuk menghindari sambungan listrik di area tergenang untuk cegah korban jiwa.
Sementara itu, Direktur Network Telkom Indonesia Nanang Hendarno menyatakan 90 persen BTS TelkomGroup di Sumatera Utara dan Barat aktif, sedangkan Aceh baru 50 persen. Target 75 persen cakupan di setiap kota Aceh dicapai hari ini atau besok. "Di Aceh kerusakan terbesar BTS memang terjadi di sana. Kami memfokuskan seluruh sumber daya yang ada di TelkomGroup untuk mempercepat pemulihan BTS di Aceh," ujar Nanang. STO Telkom di tiga provinsi telah diaktifkan, dengan prioritas layanan pelanggan. Di Langsa, masyarakat memanfaatkan internet gratis dan pengisian daya di access point, yang akan ditambah. TelkomGroup juga salurkan bantuan kemanusiaan seperti obat-obatan dan peralatan medis ke RS Adam Malik dan Aceh Tamiang. Pemulihan bergantung stabilitas listrik, menggunakan pendekatan umbrella coverage untuk cakupan luas.