Flood-ravaged Aceh Tamiang village with destroyed homes and military aid delivery amid recovery efforts.
Gambar dihasilkan oleh AI

Banjir bandang hancurkan desa di Aceh Tamiang

Gambar dihasilkan oleh AI

Banjir bandang akhir November 2025 menghancurkan hampir 80 persen rumah di Desa Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang, meninggalkan desa sunyi dan ribuan warga mengungsi. Presiden Prabowo Subianto berjanji pemerintah akan membangun ulang rumah-rumah yang hilang atau rusak berat. Upaya pemulihan terus dilakukan dengan pengiriman 100 ton logistik harian dan personel TNI-Polri bekerja hingga 20 jam sehari.

Akhir November 2025, banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menyebabkan 1.016 korban jiwa, sekitar 12.000 luka-luka, dan memaksa 780 ribu orang mengungsi. Di Desa Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang, hampir 80 persen bangunan rumah hilang tersapu arus sungai yang meluap. Yang tersisa hanyalah hamparan lumpur, puing-puing, dan fondasi rumah yang tertutup sampah serta endapan lumpur berbau menyengat.

Ribuan warga meninggalkan rumah mereka dengan berat hati, pindah ke tenda-tenda darurat di pengungsian sambil menunggu kabar untuk kembali. Berdasarkan data sementara Pemkab Aceh Tamiang hingga 20 Desember 2025, total 21.611 rumah hunian rusak akibat bencana: rusak ringan 9.271, rusak sedang 5.049, rusak berat 6.311, dan rusak berat atau hanyut 980. Angka ini kemungkinan bertambah seiring survei lapangan.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan, "pemerintah akan mengganti rumah warga yang hanyut atau rusak berat akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu."

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebutuhan dasar terpenuhi dengan mengirim 100 ton logistik setiap hari dari Posko Halim, Jakarta. Hingga 22 Desember 2025, 1.266 ton bantuan telah tersalurkan, sementara 100 ton disiapkan sebagai stok cadangan. Saat ini, 498.447 jiwa masih mengungsi, termasuk 473.288 di Aceh.

Personel TNI dan Polri bekerja 18-20 jam per hari untuk membersihkan wilayah terdampak, termasuk Aceh Tamiang, dan memperbaiki infrastruktur. Hunian sementara (huntara) ditargetkan rampung sebelum Ramadan awal Februari 2026 di lima kabupaten Aceh: Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie Jaya, Gayo Lues, dan Pidie. Pengungsian terpadu dibangun dengan layanan kesehatan, psikososial, dan dapur umum.

Meski ruang demokrasi menyempit akibat krisis komunikasi publik, masyarakat sipil aktif menggalang dana dan bantuan, seperti melalui platform Kitabisa.com yang mengumpulkan miliaran rupiah.

Artikel Terkait

Villagers in Aceh Tamiang receiving government rebuilding grants, food aid from BAZNAS, and medical help during flood recovery.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pemulihan korban banjir bandang Aceh Tamiang didukung berbagai inisiatif

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, yang terjadi akhir November 2025 masih bergulat dengan kehilangan rumah dan kesehatan. Pemerintah menyediakan dana hingga Rp60 juta untuk pembangunan rumah, sementara bantuan makanan dan tenaga kesehatan turun untuk pemulihan. Upaya ini melibatkan kolaborasi nasional guna mempercepat kembalinya kehidupan normal.

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026 untuk meninjau pembangunan 600 hunian sementara bagi korban banjir dan longsor di Sumatera. Ia menegaskan penanganan bencana dilakukan secara serius tanpa status bencana nasional, meski korban jiwa mencapai 1.154 orang. Prabowo juga merespons kritik terhadap kunjungan menteri dan memuji kerja cepat BUMN melalui Danantara.

Dilaporkan oleh AI

Pasca banjir bandang yang menewaskan lebih dari 1.000 orang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, otoritas melakukan penilaian dampak kemiskinan dan mendukung pemulihan masyarakat. Jumlah pengungsi menurun seiring distribusi bantuan yang berlanjut, termasuk pembersihan masjid untuk ibadah pertama setelah bencana.

Kementerian Sosial mendirikan 30 dapur umum di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk menyajikan lebih dari 80 ribu porsi makanan per hari bagi korban banjir dan longsor. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya melakukan kunjungan ke lokasi bencana di Padang Pariaman dan Solok, menekankan distribusi logistik cepat sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Berbagai kementerian juga menyediakan internet darurat, bantuan kebutuhan pokok, dan layanan administrasi kependudukan.

Dilaporkan oleh AI

Wilayah Aceh masih berupaya pulih setelah bencana alam melanda akhir November 2025, termasuk banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor di utara dan tengah Sumatera. Di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, ribuan warga menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar serta memulihkan lingkungan tinggal. Berbagai bantuan, seperti donasi Rp2,5 miliar dari TMT Group, diberikan untuk mendukung proses pemulihan.

Pemerintah pusat membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk menangani dampak banjir bandang di Sumatera, dengan posko induk di Banda Aceh sebagai wilayah paling terdampak. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Presiden Prabowo Subianto selama rapat koordinasi untuk memastikan anggaran transfer ke daerah Aceh tidak dipotong. Berbagai tokoh menekankan semangat gotong royong dalam pemulihan.

Dilaporkan oleh AI

Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan dana efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk mempercepat rehabilitasi pascabencana longsor dan banjir bandang di Sumatera. Upaya ini mencakup pemulihan infrastruktur energi dan telekomunikasi di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. TelkomGroup telah mengaktifkan 90 persen base transceiver station di Sumatera Utara dan Barat, sementara fokus utama kini di Aceh.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak