Pascabencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang, berbagai pihak berkolaborasi untuk memulihkan layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Pertamina mendukung RSUD Muda Sedia dengan suplai energi dan air bersih, sementara pemerintah mengerahkan relawan ASN dan Praja IPDN untuk membersihkan fasilitas publik. Aktivitas pasar mulai ramai, menandakan geliat ekonomi yang pulih.
Di tengah pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang dibuka kembali pada 9 Desember 2025, dan hingga akhir tahun tersebut telah melayani 507 pasien rawat inap, 2.350 pasien rawat jalan, 48 operasi, 8 pasien ICU, 20 cuci darah, serta 656 pasien UGD.
Direktur rumah sakit, dr. Andika Putra, menekankan pentingnya kestabilan energi. "Dalam masa transisi pemulihan pascabencana, kestabilan energi menjadi krusial. Listrik adalah nyawa bagi peralatan medis. Kami sangat mengapresiasi dukungan Pertamina yang sigap memasok suplai BBM secara penuh untuk genset," ujarnya. Pertamina, melalui program Pertamina Peduli, menyediakan BBM untuk genset agar listrik tetap 24 jam dan 1-2 tangki air bersih harian untuk sanitasi. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan, "Pemenuhan nutrisi bagi paramedis dan pasien kami support melalui dapur umum Pertamina Peduli, dimana para pejuang medis dan pasien mendapatkan asupan makanan bergizi tiga kali sehari."
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri mengerahkan Praja IPDN untuk membersihkan dan menata kantor dinas serta mendampingi pemulihan ekonomi masyarakat. Wakil Menteri Bima Arya Sugiarto menyambut kloter pertama pada 3 Januari 2026 dan berkata, "Tugas kita semua di sini adalah mempercepat kembalinya fungsi-fungsi pemerintahan." Pemerintah Aceh mengirim 3.000 relawan ASN pada 29-30 Desember 2025 untuk membersihkan fasilitas umum, diikuti 4.000 lagi untuk sekolah, tanpa menggunakan anggaran perjalanan dinas APBA, seperti dijelaskan Juru Bicara Posko Murthalamuddin.
TNI dan Polri juga membersihkan sekolah seperti SMA Al-Jamiatul Washliyah di Kuala Simpang pada 3 Januari 2026, agar belajar bisa dimulai Senin. Aktivitas Pasar Sabtu Tualang Cut mulai ramai, dengan pedagang melaporkan, "Usaha lebih baik di balik musibah ini semua. Ekonomi mulai bergerak lagi." Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut Aceh Tamiang sebagai daerah paling parah terdampak, sementara Presiden Prabowo Subianto menyoroti kebutuhan air bersih dan fasilitas umum.
Upaya ini menunjukkan komitmen bersama untuk mengembalikan denyut nadi kehidupan normal di Aceh Tamiang.