Pemerintah pusat membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk menangani dampak banjir bandang di Sumatera, dengan posko induk di Banda Aceh sebagai wilayah paling terdampak. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Presiden Prabowo Subianto selama rapat koordinasi untuk memastikan anggaran transfer ke daerah Aceh tidak dipotong. Berbagai tokoh menekankan semangat gotong royong dalam pemulihan.
Bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang akibat curah hujan tinggi telah melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat selama beberapa bulan terakhir, menyebabkan ribuan warga mengungsi, kerusakan infrastruktur, dan gangguan logistik. Pemerintah pusat merespons dengan membentuk Satgas Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dengan wakil Richard Tampubolon dan dewan pengarah dipimpin Menko PMK.
Posko Induk dibuka di Banda Aceh untuk mengkoordinasikan pemulihan dari tanggap darurat hingga rekonstruksi, karena Aceh dinilai paling parah terdampak. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA menyatakan, "Kehadiran Posko Induk di Banda Aceh diharapkan menjadi pusat kendali terpadu untuk memastikan seluruh tahapan pemulihan berjalan terarah, terkoordinasi, dan tepat sasaran."
Selama rapat koordinasi di Banda Aceh pada 11 Januari 2026, Sufmi Dasco Ahmad menelepon Presiden Prabowo Subianto dan menghubungkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Prabowo menyetujui agar Transfer ke Daerah (TKD) Aceh 2026 tidak dipotong, dengan total sekitar Rp1,7 triliun, termasuk Rp1,2 triliun yang sudah dikirim pada 2 Januari 2026. Purbaya mengatakan, "Alhamdulillah Pak Presiden setuju akan dikembalikan seperti tahun sebelumnya dan tidak akan dipotong."
Satgas akan dipimpin Tito Karnavian, dengan DPR berperan dalam legislasi, anggaran, pengawasan, dan koordinasi. Target pemulihan mencakup normalisasi pemerintahan sebelum Ramadan dan penanganan penuh sebelum Lebaran. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan persatuan, "Penanganan bencana membutuhkan semangat gotong royong dan persatuan." Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga menginstruksikan kadernya bergotong royong, "Buktikan kalian orang PDIP. Mau? Buktikan."