Aceh memasuki masa transisi pemulihan bencana hingga April 2026

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan perubahan status penanganan bencana dari tanggap darurat menjadi transisi menuju pemulihan selama 90 hari, hingga 29 April 2026. Penetapan ini didasarkan pada kajian Badan Penanggulangan Bencana Aceh dan surat Menteri Dalam Negeri. Fokus utama mencakup koordinasi lintas sektor, pemenuhan kebutuhan dasar, dan persiapan rehabilitasi.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, mengumumkan perubahan status pada rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh di Banda Aceh pada Kamis malam. Pengumuman itu dihadiri secara virtual oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA.

"Kami menetapkan status transisi darurat ke pemulihan bencana hidrometeorologi Aceh selama 90 hari ke depan, terhitung mulai 29 Januari hingga 29 April 2026," kata Mualem.

Keputusan ini merujuk pada hasil kaji cepat Tim Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 300.1.7/e.153/BAK tanggal 29 Januari 2026. Mualem meminta Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan pemangku kepentingan fokus pada koordinasi lintas sektor, pemenuhan kebutuhan dasar bagi kelompok rentan dan pengungsi, serta kelancaran distribusi logistik.

Langkah konkret termasuk menjaga operasional Jalan Tol Sibanceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimum) untuk mendukung mobilisasi alat berat, serta kebijakan bebas barcode untuk bahan bakar bersubsidi di SPBU. Pendanaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Mualem menargetkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) diselesaikan awal Februari, ditetapkan pada 2 Februari, dan diserahkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 3 Februari 2026.

Dalam sektor pendidikan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memastikan rehabilitasi sekolah terdampak di Aceh tuntas paling lambat 2026. Berdasarkan data per 15 Januari 2026, 171 satuan pendidikan terdampak, dengan anggaran nasional Rp2,4 triliun untuk Sumatera. Untuk Aceh Utara, rehabilitasi bertahap dengan target penuh 2026, termasuk pembangunan kelas darurat bekerja sama dengan TNI. Mu'ti meninjau sekolah seperti SMK Kesuma Bangsa dan SMPN 2 Mutiara Batu, menekankan revitalisasi fasilitas pendukung seperti toilet dan laboratorium sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Artikel Terkait

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mempercepat perbaikan jalan dan jembatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk memulihkan konektivitas penyintas bencana hidrometeorologi. Per 18 April, hampir seluruh jalan nasional dan daerah serta jembatan yang rusak telah berfungsi kembali. Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menekankan rekonstruksi infrastruktur sebagai prioritas utama.

Dilaporkan oleh AI

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera melaporkan peningkatan jumlah hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) yang selesai dibangun per 3 April 2026. Total 230 huntap rampung dari 35.368 unit direncanakan, sementara huntara mencapai 17.084 unit atau 89 persen dari target. Selain itu, dana tunggu hunian telah disalurkan 100 persen kepada 14.021 penerima.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak