Volunteers cleaning a flood-damaged mosque in Sumatra as aid workers distribute supplies amid recovery efforts.
Volunteers cleaning a flood-damaged mosque in Sumatra as aid workers distribute supplies amid recovery efforts.
Gambar dihasilkan oleh AI

Upaya pemulihan banjir bandang di sumatra terus berlanjut

Gambar dihasilkan oleh AI

Pasca banjir bandang yang menewaskan lebih dari 1.000 orang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, otoritas melakukan penilaian dampak kemiskinan dan mendukung pemulihan masyarakat. Jumlah pengungsi menurun seiring distribusi bantuan yang berlanjut, termasuk pembersihan masjid untuk ibadah pertama setelah bencana.

Banjir bandang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak 26 November 2025, menyebabkan kerusakan luas pada pemukiman dan fasilitas umum. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal mencapai 1.006 orang per 13 Desember 2025, dengan rincian 414 di Aceh, 349 di Sumatra Utara, dan 242 di Sumatra Barat. Jumlah orang hilang turun menjadi 217 dari 226 setelah validasi lapangan.

Jumlah pengungsi di tiga provinsi tersebut berkurang dari 884 ribu menjadi 654 ribu orang pada 13 Desember. Di Aceh saja, pengungsi menurun dari 817 ribu menjadi 586 ribu karena sebagian warga kembali ke rumah. BNPB mengoptimalkan distribusi logistik dengan 11,3 ton via udara, 3 ton via darat, dan 47,4 ton via kapal pada hari itu. Pemulihan jembatan putus di Aceh juga dipacu untuk mempercepat bantuan darat.

Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) akan mendokumentasikan dan menghitung dampak kemiskinan pasca-bencana, khususnya pada fasilitas umum dan harta benda warga. Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menyatakan timnya melakukan monitoring di ketiga provinsi saat masa pasca-tanggap darurat. Di Sumatra Barat, tiga tenaga ahli dikirim untuk koordinasi dengan pemerintah daerah.

Di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, warga menunaikan shalat Jumat pertama pada 12 Desember setelah masjid Baitul Makmur dibersihkan dari lumpur setinggi 60 cm oleh tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa. Muchtar, sesepuh desa, menangis haru dan berterima kasih atas bantuan relawan. "Syukur alhamdulillah dengan adanya pertolongan relawan Dompet Dhuafa kami bisa shalat berjamaah kembali setelah 15 hari," katanya. Ahmad Barqu dari DMC menjelaskan tantangan lumpur tebal dan keterbatasan air, tetapi masjid kini siap untuk ibadah dan kegiatan sosial pascabencana.

Artikel Terkait

President Prabowo joins Eid al-Fitr prayer with Aceh disaster survivors at Masjid Darussalam, distributing aid and inspecting flood recovery.
Gambar dihasilkan oleh AI

President Prabowo Joins Eid al-Fitr Prayer with Aceh Disaster Survivors, Inspects Flood Recovery Progress

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

In a follow-up to his December 2025 survey of Aceh floods, President Prabowo Subianto performed Idul Fitri 1447 H prayer on March 21, 2026, with around 1,300 flood and landslide survivors at Masjid Darussalam in Aceh Tamiang. Accompanied by key officials, he distributed aid, inspected temporary housing, and received updates on rapid rehabilitation progress across Aceh, North Sumatra, and West Sumatra.

Interior Minister Tito Karnavian confirmed five villages in Aceh and North Sumatra have disappeared due to flash floods and landslides. The villages will be removed from government administration, with residents relocated. Nearly all disaster refugees in Sumatra are no longer in tents.

Dilaporkan oleh AI

Central Aceh district has been hit by another flash flood due to heavy rain since the afternoon, causing two emergency bridges to collapse and isolating several villages. No fatalities have been reported so far. The Aceh Disaster Mitigation Agency (BPBA) has deployed teams to anticipate further impacts.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak