Villagers in Aceh Tamiang receiving government rebuilding grants, food aid from BAZNAS, and medical help during flood recovery.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pemulihan korban banjir bandang Aceh Tamiang didukung berbagai inisiatif

Gambar dihasilkan oleh AI

Korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, yang terjadi akhir November 2025 masih bergulat dengan kehilangan rumah dan kesehatan. Pemerintah menyediakan dana hingga Rp60 juta untuk pembangunan rumah, sementara bantuan makanan dan tenaga kesehatan turun untuk pemulihan. Upaya ini melibatkan kolaborasi nasional guna mempercepat kembalinya kehidupan normal.

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang akhir November 2025 menyapu rumah-rumah warga, termasuk di Desa Sukajadi, Kecamatan Karangbaru, dan Desa Lubuk Sidup. Lebih dari 1.400 jiwa kini bertahan di posko pengungsian, menghadapi kehilangan total harta benda. Seperti diceritakan Agus Nurjaman, perawat asal Kabupaten Bandung Barat yang dikerahkan Kementerian Kesehatan pada 4 Januari 2026, korban merasa hidup mereka 'bukan dari nol lagi, tapi minus' karena kebingungan memulai ulang. Ia tiba di Aceh pada 5 Januari 2026 untuk bertugas 14 hari, memeriksa kesehatan korban yang banyak mengeluh gatal-gatal dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat debu lumpur kering.

Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, memberikan opsi bantuan. Untuk rumah rusak ringan, Rp15 juta; rusak sedang, Rp30 juta; dan rusak berat atau hilang, Rp60 juta jika warga membangun sendiri, atau Rp1,8 juta per bulan selama tiga bulan di hunian sementara (Huntara) yang sedang dibangun 600 unit. Pendataan diverifikasi dalam tiga hari oleh BNPB, BPS, dan Capil untuk percepatan pencairan. Tito menekankan pembersihan lumpur dari rumah dan pengurangan pengungsian demi kesehatan, karena tinggal di tenda sudah menimbulkan penyakit pada anak dan bayi.

Sementara itu, BAZNAS Provinsi DKI Jakarta bersama King Abdi dan 11 Chef Nusantara mendistribusikan 99 ribu porsi makanan siap saji pada 10 Januari 2026 di Desa Lubuk Sidup. Aksi 'Ekspedisi Dapur Kemanusiaan' didukung Pemprov DKI, J99 Corporation, Lion Air Group, PMI, dan Mie Bola Mas. King Abdi menyatakan, 'di sini semuanya belum pulih, masyarakat masih membutuhkan kita.' Pembentukan Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera oleh DPR RI dan pemerintah diapresiasi Bawono Kumoro dari Indikator Politik, karena mempercepat alokasi anggaran dan perubahan regulasi seperti tata ruang untuk rekonstruksi.

Artikel Terkait

Indonesian officials distribute Rp8 million aid to Sumatra flood victims amid rebuilding efforts in devastated villages.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pemerintah salurkan blt rp8 juta untuk korban banjir sumatera

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Pemerintah Indonesia mengumumkan bantuan langsung tunai minimal Rp8 juta per keluarga untuk pengungsi banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini meliputi pemulihan rumah dan ekonomi, di luar santunan kematian Rp15 juta serta dukungan logistik lainnya. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.129 jiwa per 24 Desember 2025.

Banjir bandang akhir November 2025 menghancurkan hampir 80 persen rumah di Desa Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang, meninggalkan desa sunyi dan ribuan warga mengungsi. Presiden Prabowo Subianto berjanji pemerintah akan membangun ulang rumah-rumah yang hilang atau rusak berat. Upaya pemulihan terus dilakukan dengan pengiriman 100 ton logistik harian dan personel TNI-Polri bekerja hingga 20 jam sehari.

Dilaporkan oleh AI

Pasca banjir bandang yang menewaskan lebih dari 1.000 orang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, otoritas melakukan penilaian dampak kemiskinan dan mendukung pemulihan masyarakat. Jumlah pengungsi menurun seiring distribusi bantuan yang berlanjut, termasuk pembersihan masjid untuk ibadah pertama setelah bencana.

PT Pos Indonesia terus menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat di wilayah bencana Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang meski menghadapi kendala infrastruktur. Sementara itu, Bank Mandiri berkolaborasi dengan BUMN lain untuk membangun 600 unit Rumah Hunian Sementara di Aceh Tamiang, yang ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026.

Dilaporkan oleh AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban tewas akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat mencapai 914 orang, dengan 389 lainnya masih hilang. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemulihan listrik dan jalur darat untuk memastikan pasokan logistik dan BBM. Pemerintah juga menyegel empat subjek hukum diduga merusak hutan yang berkontribusi pada bencana.

Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas rekonstruksi lintas kementerian untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Pengumuman ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 15 Desember 2025, dengan dukungan anggaran dari efisiensi APBN sebesar Rp60 triliun. Fokus utama mencakup infrastruktur, energi, dan pangan di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

Dilaporkan oleh AI

Tiga pekan setelah banjir bandang melanda Aceh Tamiang, banyak warga masih belum mendapat bantuan, khususnya di daerah terisolir. Sebuah video yang viral menampilkan seorang pria lanjut usia menangis memohon pertolongan relawan untuk makanan, mengungkap kehancuran desanya akibat bencana pada 26 November lalu.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak