Seorang anggota BPBD Aceh menangis dalam video viral saat menceritakan kesulitan menangani jenazah akibat akses terputus pasca banjir. Di Sumatera Utara, aksi penjarahan meninggalkan karyawan supermarket menangis memohon bantuan, sementara kapolsek heroik evakuasi lansia menggunakan batang pisang. Kisah-kisah ini menggambarkan dampak parah banjir dan longsor baru-baru ini di wilayah tersebut.
Pekan lalu, banjir dan longsor melanda Aceh dan Sumatera Utara, menyebabkan akses jalan terputus dan kesulitan evakuasi. Dalam video yang diunggah di TikTok @cicibestie88 pada 2 Desember 2025, Ipan dari BNPB Kabupaten Aceh Tamiang menangis saat berada di TPI Pangkalan Susu, Sumatera Utara. Ia menjelaskan timnya kesulitan mencapai Aceh Tamiang melalui darat karena banjir, dan memohon bantuan melalui jalur air untuk daerah seperti Aceh Timur, Langsa, Aceh Utara, dan Lhoksemawe.
"Aceh Utara sudah terdata 30 jenazah kami mohon, kami sudah 4-5 hari putus akses, komunikasi, BBM semuanya. Kami mohon bantuan kepada masyarakat anak bayi kami, lansia kami, jenazah kami sudah tidak bisa diangkut," kata Ipan.
Di Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, aksi penjarahan terjadi di gerai ritel seperti Alfamidi dan Alfamart pada akhir pekan lalu. Video di TikTok @fitrahananda89 menunjukkan karyawan menangis pasrah. Seorang karyawan berkata, "Pak Presiden Prabowo tolong masyarakat Sibolga Tapteng kelaparan. Jadi itu orang satu-satu datang ke supermarket." Polisi mengamankan 16 pelaku, termasuk MHH (20) dan lainnya, yang mengambil barang seperti minuman, sosis, gula, dan sabun. Polda Sumut menambah personel untuk mencegah kejadian serupa.
Sementara itu, di Langkat Sumatera Utara, Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Amrizal Hasibuan terjun langsung pada 27 November 2025 untuk evakuasi lansia di sekitar terowongan Kelurahan Alur Dua. Menggunakan batang pisang, ia berenang di air banjir setinggi leher tanpa alat bantu. Video di TikTok @zuari.official memicu pujian netizen: "Semangat pak kapolsek pengabdian terbaik polisi." Hingga 30 November 2025, banjir di Langkat memengaruhi 122.527 kepala keluarga di 16 kecamatan, dengan 11 korban jiwa. Pemerintah setempat menaikkan status tanggap darurat.