Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan laporan persentase listrik di Aceh yang disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto berdasarkan data PLN, meski ada tudingan bohong akibat ketidaksesuaian dengan kondisi lapangan. Pemulihan listrik di Aceh Tengah mulai menyala secara bertahap setelah 13 hari padam pascabencana banjir dan longsor. Kendala teknis tak terduga menyebabkan target PLN meleset.
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons tudingan bahwa ia memberikan laporan bohong kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai pemulihan listrik di Aceh pascabencana. Dalam rapat terbatas pada malam itu, Bahlil menyampaikan laporan berdasarkan data dari PLN yang menyatakan rasio elektrifikasi akan mencapai 93 persen paling lambat pada Senin, 8 Desember 2025.
"Ya, yang pertama, kami dapat memahami perasaan dari saudara-saudara kami yang masih dalam bencana. Sesungguhnya malam itu adalah ratas, di mana ratas itu sebelumnya saya melakukan rapat dengan PLN, dengan Pertamina," kata Bahlil pada Kamis, 11 Desember 2025.
Ia menekankan bahwa laporan tersebut berasal dari pihak PLN yang menguasai teknis. "Dan waktu itu, PLN melaporkan kepada saya bahwa rasio elektrifikasi itu nanti di tanggal 7, hari Minggu malam, hari Senin paling lambat itu sudah mencapai 93 persen," lanjutnya. Laporan ini kemudian disampaikan dalam tim bencana dan ke presiden, juga oleh PLN langsung.
Namun, di lapangan, pemulihan listrik di Kabupaten Aceh Tengah baru mulai menyala pada malam Senin, 8 Desember, setelah 13 hari padam total akibat banjir dan tanah longsor. Warga seperti Dimas mengaku bersyukur meski belum optimal: listrik menyala malam hari, padam pagi, dan menyala lagi sore hingga malam, lalu padam tengah malam hingga Rabu sore. "Alhamdulillah listrik mulai menyala kemarin malam, Senin tanggal 8. Tapi sepertinya belum optimal," ujar Dimas.
Kepala PLN Takengon, Muhammad Furqan, menyatakan kerusakan infrastruktur mencapai 40 persen di Aceh Tengah, dan pemulihan bergantung pada perbaikan tower sutet di jalur Bireuen-Takengon. Bahlil meminta masyarakat tidak saling menyalahkan: "Tapi tidak usah kita menyalahkan siapa-siapa, karena sesungguhnya kalau tidak ada kendala di bagian elektrifikasi, di gardu induk yang dari Bireuen ke Banda Aceh, itu clear, tapi kan ya namanya saja kondisinya susah untuk diprediksi."
Presiden Prabowo sebelumnya mengunjungi tenda pengungsi bencana di Aceh, di mana laporan pemulihan listrik disampaikan.