Pt Pln Unit Induk Distribusi Aceh mencatat 13 kasus pencurian kabel trafo dan komponen listrik di Banda Aceh serta Kabupaten Aceh Besar. Kejadian ini mengganggu pasokan listrik dan menyebabkan pemadaman di beberapa wilayah. Manajer Komunikasi Pln Uid Aceh, Lukman Hakim, menyatakan bahwa pencurian terjadi sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025.
Pt Pln Unit Induk Distribusi Aceh melaporkan adanya 13 insiden pencurian di gardu distribusi yang berdampak pada keandalan jaringan listrik. Menurut data internal perusahaan, kejadian ini dimulai sejak akhir November 2025 dan berlanjut hingga 14 Desember 2025, dengan kerugian utama berupa hilangnya kabel listrik berbagai ukuran.
Lukman Hakim, Manajer Komunikasi Pln Uid Aceh, menjelaskan pola pencurian yang semakin intensif dalam dua pekan terakhir. "Data internal Pln mencatat setidaknya 13 insiden gardu distribusi menjadi sasaran pencurian sejak akhir November hingga 14 Desember 2025, dengan kerugian berupa kabel listrik berbagai ukuran yang hilang," katanya di Banda Aceh pada 14 Desember 2025.
Kronologi kejadian mencakup beberapa lokasi spesifik. Pada 28 November, pencurian terjadi di Desa Pantai Lampuuk dan Desa Meunasah Balee Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Dilanjutkan pada 5 Desember di Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh; Desa Beurawe, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh; serta Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.
Pada 12 hingga 14 Desember, kasus serupa dilaporkan di Desa Lampreh, Desa Aneuk Galong, dan Desa Keureuweung Krueng, Kecamatan Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, serta di Desa Inte Gajah, Kecamatan Jantho, dan Desa Buga, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar.
Dampaknya tidak hanya merugikan aset negara, tetapi juga memicu pemadaman massal, terutama pasca-bencana banjir, serta menimbulkan risiko keselamatan. "Pencurian ini tidak hanya merugikan aset negara, tapi juga memicu pemadaman massal pasca bencana banjir dan risiko keselamatan. Ini juga menyebabkan ketidaknyamanan akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar Lukman.
Pln Uid Aceh mengajak masyarakat untuk waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar infrastruktur listrik melalui kantor Pln terdekat, Contact Center Pln 123, atau aplikasi Pln Mobile.