PT PLN mencatat beban puncak penggunaan listrik pada malam Natal mencapai 44,5 gigawatt (GW), sementara daya mampu mencapai 70,8 GW, sehingga pasokan tetap aman dengan cadangan yang mencukupi. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan kondisi ini menunjukkan keandalan sistem kelistrikan nasional. Ribuan personel dan peralatan pendukung dikerahkan untuk mengawal pasokan hingga akhir periode Nataru.
PT PLN (Persero) berhasil menjaga keandalan pasokan listrik nasional selama perayaan Natal 2025. Pada malam Natal, beban puncak tercatat mencapai 44,5 GW, sementara daya mampu sistem mencapai 70,8 GW. Hal ini memastikan cadangan daya yang mencukupi untuk seluruh wilayah.
"Perlu kami sampaikan beban puncak pada malam Natal mencapai 44,5 GW dengan daya mampu sebesar 70,8 GW. Oleh karena itu, kondisi pasokan listrik semalam sangat aman karena masih terdapat cadangan daya yang mencukupi," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya pada 25 Desember 2025.
Untuk mendukung hal ini, PLN mengerahkan 69 ribu personel yang tersebar di 3.402 posko di seluruh Indonesia. Mereka bersiaga 24 jam nonstop hingga akhir periode Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Prioritas pengamanan diberikan pada objek vital seperti tempat ibadah, rumah sakit, bandara, stasiun, terminal, dan pusat perbelanjaan, dengan skema suplai listrik berlapis.
Personel ini didukung oleh berbagai peralatan, termasuk 1.917 unit generator set (Genset), 737 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.338 unit Gardu Bergerak (UGB), 434 unit truk crane, 4.720 unit kendaraan operasional, serta 4.412 unit sepeda motor.
Selain itu, ketersediaan energi primer untuk pembangkit listrik dinyatakan aman. Stok batu bara di atas 21 hari operasi, gas di atas 22 hari, dan bahan bakar minyak di atas 10 hari, termasuk untuk wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Darmawan juga mendorong masyarakat menggunakan aplikasi PLN Mobile untuk melaporkan gangguan listrik, yang akan ditangani secara real-time dengan notifikasi bagi pelanggan.
Kondisi ini mencerminkan persiapan matang PLN menghadapi peningkatan beban akibat dekorasi dan aktivitas Natal yang gemerlap di berbagai daerah.