James Holder (54), salah satu pendiri jenama fesyen Superdry, dinyatakan bersalah atas satu dakwaan pemerkosaan oleh juri di Pengadilan Mahkota Gloucester. Vonis ini berawal dari penyerangan pada Mei 2022 setelah sebuah malam minum-minum di Cheltenham, Inggris. Holder dibebaskan dari dakwaan penyerangan terpisah dan ditahan menjelang pembacaan vonis.
Seorang saksi mengatakan kepada pengadilan bahwa Holder sempat minum-minum bersama kolega dan teman-temannya di bar Gin and Juice di Cheltenham hingga ia mabuk. Saksi tersebut memesankan taksi untuk Holder dan seorang temannya, lalu taksi kedua untuk korban. Holder masuk ke dalam taksi korban dan rumahnya tanpa diundang, tempat di mana ia melakukan penyerangan setelah terbangun dari tidur singkat, menurut kesaksian korban. Korban mengatakan ia menangis dan memohon agar Holder berhenti, namun pria itu tetap melanjutkannya. Holder membantah tuduhan tersebut dengan mengklaim bahwa semua aktivitas seksual dilakukan atas dasar suka sama suka. Ia adalah seorang pria beristri dengan dua anak. Holder dinyatakan bersalah pada hari Jumat, namun dibebaskan dari dakwaan penyerangan dengan penetrasi terkait insiden Mei 2022 tersebut. Ia mendirikan Superdry pada tahun 2003; pada 2018, produknya telah menjangkau 157 negara. Jenama ini keluar dari Bursa Efek London pada tahun 2024 di tengah penurunan penjualan dan mengubah nama menjadi Superdry & Co. Holder tetap ditahan menunggu pembacaan vonis pada 7 Mei di Pengadilan Mahkota Bristol.