Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada hari Selasa sebagai tanggapan atas jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS di dekat Selat Hormuz. Insiden tersebut terjadi pada Senin malam, dengan pasukan Iran diduga sebagai pelaku serangan. Dua pilot Amerika berhasil diselamatkan tanpa cedera.
Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa helikopter tersebut jatuh pada pukul 19.33 ET tanggal 8 Juni di dekat pesisir Oman saat sedang berpatroli. Presiden Donald Trump menyatakan melalui Truth Social bahwa pasukan Iran menembak jatuh pesawat tersebut. Kedua awak pesawat diselamatkan dalam waktu dua jam menggunakan kapal permukaan nirawak Saronic Corsair bertenaga AI yang dioperasikan oleh Satuan Tugas 59. Kapten Tim Hawkins mengatakan ini merupakan penggunaan nyata pertama dari kapal nirawak tersebut dalam operasi penyelamatan. Kedua pilot dalam kondisi stabil. Trump mengumumkan serangan tersebut sebagai respons yang proporsional atas serangan itu. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa Iran tidak akan membiarkan ancaman tanpa balasan. Peristiwa ini terjadi di tengah pembicaraan gencatan senjata yang telah dimulai sejak April.