Amerika Serikat telah memberlakukan bea kompensasi 125.87% pada modul surya India, memengaruhi perusahaan domestik di India. Langkah ini dapat menyebabkan harga modul lebih rendah karena eksportir mengalihkan inventaris tak terjual kembali ke dalam negeri. Produsen India yang menargetkan AS menghadapi visibilitas pendapatan yang berkurang.
Keputusan pemerintah AS untuk menerapkan bea kompensasi 125.87% pada modul surya yang diimpor dari India menciptakan tantangan bagi sektor surya domestik. Menurut laporan, tarif ini bertujuan untuk melawan subsidi yang dianggap ada dan diharapkan memengaruhi penetapan harga di India. Akibatnya, eksportir India yang sebelumnya memasok pasar AS mungkin kini mengalirkan stok tak terjual mereka ke pasar lokal, berpotensi menurunkan harga modul surya. Perusahaan seperti Waaree Energies merespons dengan memperluas operasi manufaktur di Amerika Serikat untuk mengurangi dampak bea tersebut. Strategi ini membantu mempertahankan akses ke pasar Amerika tanpa menghadapi beban penuh tarif. Perusahaan lain yang disebutkan terkait sektor ini termasuk Vikram Solar, Waaree Renewable Technologies, Solex Energy, dan Premier Energies, serta Sterling and Wilson Renewable Energy. Bea ini sangat memengaruhi produsen India yang bergantung pada ekspor ke AS untuk porsi signifikan bisnis mereka. Hal itu mengurangi kepastian pendapatan masa depan bagi mereka yang berorientasi pada penjualan internasional. Meskipun jadwal pasti efek ini tidak jelas dari detail yang tersedia, kebijakan tersebut sejalan dengan langkah perdagangan surya yang lebih luas di AS. Perkembangan ini menyoroti ketegangan berkelanjutan dalam perdagangan surya global antara India dan AS, di mana tarif protektif bertujuan untuk memperkuat industri domestik di kedua belah pihak. Perusahaan surya India kini harus menavigasi ketidakpastian ini untuk mempertahankan momentum di pasar domestik mereka.