Seorang wanita berusia 39 tahun dan anjingnya tewas, serta tiga orang lain ditikam dalam insiden road rage di jalur lingkar Washington D.C. pada Minggu. Polisi Negara Bagian Virginia menembak tersangka, yang kemudian meninggal karena luka-lukanya. Pihak berwenang menolak terorisme sebagai motif.
Polisi Negara Bagian Virginia merespons laporan insiden road rage di Interstate 495 arah selatan dekat pintu keluar 52 di Annandale, Virginia, sekitar pukul 1:20 sore pada Minggu. Saat tiba, seorang polisi bertemu dengan tersangka laki-laki bersenjata pisau dan menembaknya dalam pembelaan diri. Tersangka dibawa ke rumah sakit dengan luka serius dan kemudian meninggal, meskipun identitasnya belum dirilis oleh polisi. Insiden tersebut menyusul kecelakaan di jalan raya, yang menyebabkan penusukan fatal terhadap seorang wanita berusia 39 tahun dan anjingnya, serta luka pada tiga individu lain. Kondisi korban penusukan masih tidak diketahui, dan kasus sedang diselidiki secara aktif oleh polisi negara bagian. Peristiwa itu menyebabkan gangguan signifikan, mengakibatkan penundaan lalu lintas besar di jalur lingkar selama hampir enam jam sebelum dibuka kembali. Afiliasi CBS WUSA-TV meliput penutupan dan dampaknya terhadap lalu lintas lokal. Menanggapi spekulasi online yang menghubungkan insiden tersebut dengan serangan teroris potensial di tengah serangan AS-Israel baru-baru ini terhadap Iran, polisi negara bagian menyatakan bahwa mereka tidak yakin itu terkait terorisme. Fokus tetap pada keadaan road rage dan urutan peristiwa setelah kecelakaan.