Dua tersangka telah ditangkap menyusul penembakan terhadap seorang petugas Polisi Taman AS di Washington, D.C., pada Senin malam. Petugas yang mengalami luka di bagian bahu tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit menggunakan helikopter namun kini telah diperbolehkan pulang. Pihak berwenang menggambarkan insiden tersebut sebagai penyergapan terencana terhadap kendaraan polisi tak bertanda.
Aparat penegak hukum melaporkan bahwa penembakan terjadi pada Senin malam ketika setidaknya dua petugas Polisi Taman AS sedang mengendarai mobil Tesla putih tak bertanda dalam sebuah penyelidikan yang sedang berlangsung. Kepala Polisi Taman AS, Scott Brecht, mengatakan kepada wartawan bahwa dua orang bersenjata menyergap kendaraan tersebut. Kondisi seputar serangan terhadap mobil tak bertanda itu masih belum jelas, meskipun Kepala Polisi Sementara Metropolitan, Jeff Carroll, menyatakan bahwa petugas tersebut memang menjadi target. Petugas yang terluka terus mengemudikan mobil menyusuri jalan sebelum menepi untuk mendapatkan pertolongan pertama, kemudian dibawa dengan helikopter ke rumah sakit. Polisi mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa petugas tersebut telah diperbolehkan pulang. Kepolisian D.C. mengidentifikasi Darren Foster (21) sebagai tersangka pertama yang dihentikan tak lama setelah penembakan, sementara Asheile Foster (22) ditangkap keesokan harinya. Keduanya menghadapi dakwaan penyerangan terhadap petugas polisi federal. Pejabat federal turut membantu jalannya penyelidikan. Jaksa Agung Pam Bondi menulis di media sosial bahwa ia telah berbicara dengan Wali Kota Bowser dan Kepala Polisi Carroll serta menerima pengarahan mengenai insiden tersebut. Direktur FBI Kash Patel juga memberikan komentar daring, menyatakan bahwa ia mendoakan kesembuhan petugas tersebut dan menegaskan bahwa FBI mendukung penyelidikan bersama para mitra untuk membawa pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan.