Merek fesyen kini merancang kemeja khusus untuk perempuan alih-alih mengandalkan versi pria. Perubahan ini terlihat di peragaan busana terkini dan melalui peningkatan penjualan label-label khusus.
Para desainer kini menerapkan konstruksi dan kualitas kemeja pria pada tubuh perempuan dengan penyesuaian potongan. Olivia Villanti dari Chava Studio mencatat bahwa kemeja pria sering kali memiliki lengan yang terlalu panjang dan bahu yang tidak pas saat dikenakan perempuan.
Koleksi dari Givenchy, Fendi, Schiaparelli, Balenciaga, dan The Row menampilkan detail kerah serta manset baru pada musim ini. Merek seperti With Nothing Underneath melaporkan penjualan yang meningkat dua kali lipat dari tahun ke tahun setelah menyempurnakan penempatan kancing dan bentuk bahu khusus untuk perempuan.
Para pendiri jenama, termasuk Pip Durell dan Melissa Ventosa Martin, menyebutkan adanya permintaan akan busana rapi yang berfungsi sebagai pakaian pokok di lemari. Trish Wescoat Pound dari TWP menggambarkan kemeja sebagai pakaian serbaguna yang dapat dipadupadankan untuk berbagai kesempatan selama bertahun-tahun.
Lizzie Owens dari 6397 mengaitkan minat ini dengan preferensi yang lebih luas terhadap barang-barang yang familier di tengah ketidakpastian akan masa depan.