Perilaku
Protein otak KCC2 membantu membentuk bagaimana isyarat menjadi kebiasaan dengan memodulasi sinyal dopamin
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi
Peneliti di Georgetown University Medical Center melaporkan bahwa pergeseran pada protein otak KCC2 dapat mengubah seberapa kuat isyarat sehari-hari terhubung dengan hadiah. Dalam studi yang diterbitkan pada 9 Desember di Nature Communications, mereka menunjukkan bahwa aktivitas KCC2 yang berkurang pada tikus dikaitkan dengan penembakan neuron dopamin yang lebih intens dan pembelajaran isyarat-hadiah yang lebih kuat, menawarkan petunjuk tentang mekanisme yang mungkin juga terlibat dalam kecanduan dan gangguan jiwa lainnya.
Penelitian baru menunjukkan bahwa pemandangan dan suara sehari-hari dapat menjebak beberapa orang dalam pilihan berbahaya dengan memengaruhi otak mereka melalui pembelajaran asosiatif. Orang yang sangat sensitif terhadap isyarat ini kesulitan memperbarui respons mereka ketika hasil menjadi negatif, menyebabkan perilaku berisiko yang persisten. Temuan tersebut, yang dipimpin oleh Giuseppe di Pellegrino dari University of Bologna, menyoroti implikasi untuk kecanduan dan kecemasan.
Dilaporkan oleh AI
A recent study involving over 3,000 dogs has found no link between common genetic variants and behavioral traits, challenging the claims of popular at-home DNA tests. Researchers from the University of Massachusetts analyzed data from the Darwin’s Ark project and concluded that such tests lack predictive accuracy. This finding highlights the complex interplay of genetics and environment in shaping canine personality.