Hamas
Aktivis Belanda menantang pembayaran penerbangan setelah deportasi flotila Gaza
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi
Aktivis pro-Palestina Belanda dan Swiss yang bergabung dengan Global Sumud Flotilla ke Gaza menantang tagihan dari pemerintah mereka untuk penerbangan dan bantuan konsuler setelah ditahan dan dideportasi oleh Israel. Misi tersebut, yang menurut pejabat Israel terkait dengan Hamas dan hanya membawa bantuan simbolis, diintercept di laut.
Five people linked to the French associations Humani’Terre and Soutien Humani’Terre were indicted on February 20 for financing a terrorist enterprise. Intelligence services consider them close to the Muslim Brotherhood. The judiciary suspects funds were sent to Hamas under the guise of humanitarian aid.
Dilaporkan oleh AI
Spanish authorities have arrested a 38-year-old Chinese national accused of transferring around €600,000 in cryptocurrency to addresses linked to Hamas. The suspect, who operates a hair salon near Barcelona, was detained on Tuesday and later released under restrictions. The case, which began as a money laundering probe, has escalated into a terrorism-financing investigation.
Pihak berwenang federal telah menangkap Mahmoud Amin Ya’qub Al-Muhtadi berusia 33 tahun di Louisiana karena dugaan keterlibatannya dalam serangan teroris yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, dan karena memasuki Amerika Serikat menggunakan visa palsu. Al-Muhtadi, anggota kelompok paramiliter berbasis Gaza, dituduh membekali pejuang, mengoordinasikan serangan, dan menyeberang ke Israel dekat lokasi pembantaian mematikan. Penangkapan ini menekankan upaya berkelanjutan untuk menuntut mereka yang terlibat dalam serangan yang membunuh puluhan orang, termasuk warga negara Amerika.
Dilaporkan oleh AI
Israel telah mengungkap memo yang dikaitkan dengan pemimpin Hamas yang telah meninggal Yahya Sinwar, yang merinci instruksi untuk serangan 7 Oktober 2023 yang mencakup penargetan warga sipil dan penayangan kekejaman. Dokumen tersebut, yang disebarkan pada 2022, ditemukan di bunker setelah pembunuhan pemimpin Hamas lainnya pada 2025. Dokumen ini bertentangan dengan pernyataan Hamas bahwa serangan itu terutama menargetkan sasaran militer.