Israel-Palestina
ADL menuai kritik setelah meluncurkan “Mamdani Watch” saat walikota baru New York mendekati pemimpin Yahudi
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi
Zohran Mamdani dilantik sebagai walikota Kota New York pada 1 Januari 2026, menjadi walikota Muslim pertama kota tersebut. Dalam beberapa minggu seputar pelantikan, ia mengadakan pertemuan pendekatan dengan pemimpin Yahudi di tengah kecemasan tentang antisemitisme, sementara Liga Anti-Penghinaan menghadapi kritik dari beberapa komentator karena membuat upaya “Mamdani Watch” yang berfokus pada lingkaran politiknya.
Members of the Juives et juifs révolutionnaires collective criticize in a Le Monde op-ed a bill aimed at combating renewed forms of antisemitism, accusing it of conflating antisemitism with anti-Zionism. They argue that this measure weakens the fight against antisemitism by pitting solidarity with Palestinians against the condemnation of racist acts. They advocate for a strong social response rather than a repressive policy.
Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi
Lebih dari 200 tokoh budaya, termasuk aktor, penulis, dan musisi, telah menandatangani petisi yang menyerukan pembebasan Marwan Barghouti, pemimpin Palestina yang dipenjara sering disamakan oleh pendukungnya dengan Nelson Mandela. Barghouti menjalani lima hukuman seumur hidup ditambah 40 tahun setelah pengadilan Israel menghukumnya pada 2004 atas serangan mematikan selama Intifada Kedua; kritikus mengatakan menggambarkannya terutama sebagai tahanan politik menutupi hukuman pembunuhannya dan korban serangan tersebut.
Calon walikota Kota New York Demokrat Sosialis Zohran Mamdani didampingi keamanan melewati Foley Square di Manhattan setelah seorang pengunjuk rasa menuduhnya antisemit. Konfrontasi itu terjadi pada Jumat di tengah teriakan menuntut ia mengecam Hizbullah dan hukum Syariah. Rekaman video menangkap adegan tegang saat pengunjuk rasa mengikuti hingga ke kendaraan yang menunggu.
Dilaporkan oleh AI
On the anniversary of the Hamas attack on Israel, Berlin police dispersed a banned pro-Palestinian demonstration at Alexanderplatz. Around 250 to 500 participants gathered despite the ban, chanting aggressive slogans and resisting. Several arrests followed, with one officer injured.