Seekor burung kea bernama Bruce, yang diselamatkan pada tahun 2013 setelah kehilangan separuh bagian atas paruhnya, kini menjadi pejantan dominan di koloni penangkaran di Willowbank Wildlife Reserve, Selandia Baru. Para peneliti menemukan bahwa ia menggunakan paruh bawahnya yang tajam sebagai senjata untuk mengalahkan lawan yang lebih besar. Keberhasilan burung ini menyoroti inovasi perilaku dalam mengatasi keterbatasan fisik.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak