Suporter
PSSI prihatin dengan kasus rasisme suporter di sepak bola Indonesia
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menyatakan prihatin atas maraknya kasus rasisme terhadap pemain di Super League, termasuk setelah laga Persebaya vs Persib pada 2 Maret 2026. Ia juga mengingatkan suporter Persijap dan Persis untuk tidak melupakan Tragedi Kanjuruhan usai kericuhan di Jepara pada 5 Maret 2026. PSSI mempertimbangkan mempertahankan larangan suporter tandang musim depan akibat perilaku anarkis yang berlanjut.
Kiper Timnas Indonesia Emil Audero terkena lemparan flare dari suporter Inter Milan saat laga kontra Cremonese, memicu kecaman keras dari CEO klub Giuseppe Marotta. Pertandingan sempat terhenti, tapi Audero melanjutkan tanpa cedera serius. Insiden ini mengingatkan pada sejarah kelam serangan serupa di sepak bola Italia.
Dilaporkan oleh AI
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan melarang suporter Persija Jakarta, Jakmania, hadir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk laga El Classico Indonesia melawan Persib Bandung pada 11 Januari 2026. Ia juga memperingatkan Bobotoh agar tidak melakukan sweeping kendaraan atau aksi anarkis. Pengamanan difokuskan pada langkah preventif untuk menjaga keamanan dan sportivitas.